Nasib Pedagang Kecil saat Sekolah Libur; Omzet Menurun, Bersyukur Masih Sehat

Rabu, 22 April 2020 17:35

Pedagang siomay sedang terlelap sambil menunggu pembeli datang.

FAJAR.CO.ID — Dagangan siomay milik Syafruddin tak seperti dulu lagi. Omzetnya menurun sejak pemerintah mengimbau untuk tetap di rumah saja.

Tak terkecuali bagi anak sekolah. Sebab dari sana pendapatan hariannya menurun sejak mereka diimbau belajar di rumah saja.

Imbasnya, penghasilan hariannya yang kadang mencapai Rp850 ribu, kini hanya setengah yang bisa ia dapatkan setiap harinya. Warga dataran tinggi Kabupaten Gowa itu pun pasrah menghadapi kenyataan.

“Biasanya saya dapat paling tinggi Rp850 ribu. Semenjak anak-anak tidak ke sekolah. Kadang hanya Rp300 ribu hingga Rp400 ribu saja,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Menurutnya, penghasilan jualan siomay terbanyak berasal dari anak sekolah. Kini ia terpaksa berjualan keliling dari desa ke desa. Namun tetap saja, penghasilan tertingginya itu sulit diraih.

Namun Syamsuddin masih bersyukur, kampung halamannya di Kecamatan Bungaya masih terbebas dari wabah virus corona. Apalagi, warga di sana kompak melakukan penyemprotan dan mengecek suhu tubuh bagi pendatang.

“Tapi tidak apa-apalah. Yang penting di sini aman. Tidak ada yang kena corona. Biar pun penghasilan saya menurun, yang penting kita semua aman,” tambahnya.

Selain pedagang siomay, pedagang lainnya seperti coto pun mengalami hal yang sama. Warung coto biasanya tak pernah sepi. Apalagi saat memasuki musim hujan. Namun saat ini, penjualannya perlahan berkurang.

Komentar


VIDEO TERKINI