Pasokan Bawang Merah Nasional Aman, Kementan Jaga Stabilitas Harga

Rabu, 22 April 2020 18:12

FOTO: ISTIMEWA

Fajar.co.id, Brebes — Di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kementerian Pertanian (Kementan) tetap bekerja dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran urusan perut 267 juta rakyat Indonesia.

Pasalnya terdapat 11 komoditas pertanian strategis yang notabene turut menyumbang inflasi apabila pasokan dan harganya tidak dikendalikan. Tak terkecuali komoditas bawang merah yang dikhawatirkan semakin ‘pedas’ menjelang lebaran.

“PSBB atau apapun namanya, saya berharap untuk kebutuhan pokok jangan ada isolasi daerah. Karena ini bagian dari kebutuhan rakyat sehari-hari, pasokannya tidak boleh terganggu oleh keadaan yang ada. Dari neraca ketersediaan yang kita miliki, kita yakin mampu melewati masa kritis yang ada,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kebijakannya tersebut disebutnya sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Yakni terkait kewaspadaan ketahanan pangan nasional selama pandemi Covid-19 yang diprediksi hingga Agustus 2020. “Biar rakyat berjuang melawan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, kita (Kementan) tidak boleh tidur nyenyak untuk pastikan urusan perut 267 rakyat Indonesia selesai,” tegasnya.

Pun yang dilakukan Direkorat Hortikultura Kementan. Mereka terus menjaga dan memonitoring kondisi stok maupun distribusi komoditas hortikultura.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, salah satu yang dilakukan timnya adalah turun memantau ketersediaan bawang merah. Lokasi yang menjadi bidikan adalah kawasan sentra utama produksi bawang merah Pantai Utara Jawa terutama Brebes, Demak dan Pati.

Komentar