Pasokan Bawang Merah Nasional Aman, Kementan Jaga Stabilitas Harga

  • Bagikan

Dari hasil analisis data dan pantauan langsung di lapangan, ketersediaan bawang merah hingga pasca lebaran tahun ini terbilang aman dan mencukupi.

“Dari data monitoring Early Warning System (EWS) yang kami susun setiap awal bulan, produksi bawang merah bulan Mei hingga Agustus masih mampu menutup kebutuhan secara nasional. Bahkan diperkirakan terdapat surplus. Kami buktikan di lapangan kenyataan saat ini sentra-sentra bawang merah masih eksis berproduksi seperti di Pantura Jawa Tengah, mulai dari Brebes hingga Pati,” ungkap dia melalui keterangan tertulisnya, Rabu (22/4).

Data Ditjen Hortikultura merilis perkiraan produksi bawang merah bulan Mei 2020 sebanyak 120.373 ton dengan kebutuhan 119.080 ton, sehingga terdapat surplus 1.293 ton. Pada bulan Juni produksi sebanyak 135.060 ton, sementara kebutuhan diperkirakan 112.198 ton sehingga masih ada surplus 22.372 ton.

“Bulan Agustus produksi diperkirakan 149.461 ton dengan kebutuhan 124.208 ton sehingga surplus 25.253 ton,” kata Anton-sapaannya.

Anton yakin stok bawang merah beberapa bulan kedepan aman terkendali karena bawang merah dapat disimpan selama dua bulan. Dia mengimbau jangan ada pihak yang menahan stoknya demi meraih keuntungan sesaat.

“Kami sudah cek dan konfirmasi kondisi eksisting di lapangan secara langsung dan kami yakin ketersediaanya aman,” tambah Anton.

Senada, Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman menegaskan bahwa pasokan bawang merah memang aman bahkan hingga pasca lebaran tahun ini.

  • Bagikan