Pasokan Bawang Merah Nasional Aman, Kementan Jaga Stabilitas Harga

  • Bagikan

“Bawang merah Brebes sudah lama terkenal di seantero negeri. Kalau untuk puasa dan lebaran kami sudah antisipasi dini. Aman pokoknya,” ujarnya. Menurutnya panen bawang merah bulan Mei ini diperkirakan mencapai 1.600 hektar lebih dengan perkiraan produksi 19 ribu ton.

Hingga kini Brebes masih menjadi sentra terbesar bawang merah nasional, menyumbang 19,3% dari total produksi nasional yang mencapai 1,58 juta ton. “Sebagai produsen terbesar bawang merah, tentunya kami bersama seluruh elemen masyarakat harus siap mengamankan pasokan hingga pasca lebaran nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Wiyono, Ketua Kelompok Tani Unggul Karya Desa Krasak Kecamatan Brebes menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi permintaan yang tinggi menjelang lebaran.

“Bulan ini (April) memang panenan sedikit, jadi harga cenderung naik sekitar 26 ribu sampai 28 ribu rupiah di tingkat petani. Tapi tolong kalau panen raya nanti harga jatuh kami mbok ya dibantu oleh pemerintah,” ungkap Wiyono saat ditemui di lahan miliknya.

Menanggapi harapan petani, Dirjen Hortikultura menyebut pemerintah tidak ingin hanya hadir saat harga bawang merah naik, namun juga hadir memberikan solusi apabila terjadi harga jatuh.

“Kalau harga turun sampai level merugikan petani maka opsinya adalah tunda jual. Kami sudah siapkan anggaran untuk mendukung tunda jual melalui sewa gudang. Nantinya Dinas Pertanian Brebes yang koordinasikan penyediaan gudangnya, kami yang bayar sewa gudangnya,” pungkas Anton. (rls-ilo)

  • Bagikan