Tangani Wabah Corona, Pemprov Diminta Terapkan Nilai-nilai Lokal

Rabu, 22 April 2020 13:52

Sosiolog Unhas, Sawedi Muhammad .

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Di tengah situasi saat ini peran sentral pemerintah sangat dibutuhkan, terlebih banyak masyarakat yang harus kehilangan mata pencaharian karena imbas Covid-19 termasuk mereka yang di PHK.

Sosiolog Unhas, Sawedi Muhammad menuturkan peran sentral pemerintah di masa krisis seperti ini akan menjadi ringan apabila pemerintah mampu menggerakkan potensi modal sosial yang ada di masyarakat.

“Di Sulsel ada nilai-nilai lokal mali siparappe, sipatuo, sipatokkong. Jadi nilai lokal ini dapat menjadi penopang munculnya solidaritas sosial, saling menolong di saat pandemi berlangsung,” ucapnya, Rabu (22/4/2020).

Diketahui saat ini Indonesia khususnya Sulsel dilanda wabah corona yang mengguncang perekonomian sehingga pengurangan karyawan pun harus dilakukan. Melihat ini Sawedi Muhammad mengatakan tidak ada yang bisa disalahkan.

“PHK sangat susah dihindari di masa pandemi seperti ini. Cash flow perusahaan sangat terganggu oleh adanya disrupsi rantai bisnis dan perdagangan,” bebernya.

Menurutnya perusahaan bisa saja memproduksi barang, bisa menunggu pengguna jasa seperti transportasi, perhotelan dan kebutuhan layanan sekunder lainnya, tetapi pengguna jasa sangat terbatas.

“Perusahaan terbebani biaya operasional yang sangat besar sehingga pilihannya juga terbatas antara pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan untuk sementara,” ujar Sawedi Muhammad.

Ia mengaku agen dominan yang harus menunjukkan peran sentral dalam menangani permasalahan ini adalah birokrasi pemerintahan.

Bagikan berita ini:
8
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar