Aboe Bakar Alhabsyi Beber Ada Tarif Tertentu di Program Asimilasi Napi

Kamis, 23 April 2020 15:32

Anggota Komisi III DPR-RI Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi protes para tahanan di Lapas Klas II B Sorong, Papua Barat pada, Rabu (22/4) malam berujung pada pembakaran fasilitas umum milik Lapas. Dugaan kuat, kerusuhan dalam Lapas ini karena ada rasa cemburu antar sesama napi akibat dari program asimilasi yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada tahanan, untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Sampai saat ini, berita yang beredar kerusuhan tersebut disebabkan kecemburuan karena adanya program asimilasi. Tentunya ini harus ada pendalaman, apakah memang ada something wrong dari program tersebut yang menyebabkan adanya reaksi dari penghuni lapas.

“Memang kita mendengar beredar informasi adanya tarif tertentu untuk mendapatkan proses asimilasi. Apakah hal seperti ini yang juga menjadi latar belakang kejadian tersebut, kita perlu cek,” kata Anggota Komisi III DPR-RI Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi lewat pesan tertulisnya, Kamis (23/4).

“Adanya pembakaran fasilitas umum dalam lapas tentunya harus dipertanggung jawabkan,” sambungnya.

Atas kejadian ini, Aboe Bakar mendesak pihak kepolisian dan Dirjenpas untuk melakukan penyelidikan atas kerusuhan tersebut.

“Saya menyayangkan ada kerusuhan terjadi di Lapas Klas II B Sorong, Papua Barat, pada Rabu malam kemarin. Seharusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi, perlu dilakukan penyidikan atas apa yang terjadi di sana,” ucapnya.

Politisi asal Kalimantan Selatan ini menyarankan, Dirjen Pemasyarakatan perlu turun tangan untuk melakukan audit. Agar situasi serupa tidak terjadi di tempat lain.

Komentar


VIDEO TERKINI