Bahlil Lahadalia Bereaksi Anggaran BKPM Dipotong Rp191 Miliar

Kamis, 23 April 2020 15:26

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengirimkan surat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Surat dilayakan ke kantor Sri Mulyani terkait dengan kebijakan pemotongan anggaran yang dilakukan Kementerian Keuangan kepada BKPM untuk penanganan Covid-19.

“Kami sudah menyampaikan surat kepada Kemenkeu sejak 17 April lalu, agar anggaran kami tidak dilakukan pemotongan,” terang Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (23/4).

Menurutnya, pemotongan anggaran sebesar Rp 191 miliar sangat besar bagi instansi yang dipimpinnya. Pasalnya, anggaran untuk BKPM untuk 2020 terbilang kecil, yakni sebesar Rp 585 miliar.

“Anggaran BKPM yang semula Rp 585 miliar menjadi Rp 394 miliar, setelah dipotong jadi Rp 191 miliar,” tambah Bahlil.

Dalam surat itu, dia memohon agar Kemenkeu tidak memotong anggaran terlalu besar dan mengusulkan pemangkasan anggaran yang dilakukan hanya sebesar Rp61 miliar.

“Kami jangan dipotong Rp191 miliar tapi Rp61 miliar, karena dampaknya pada operasional BKPM, terkait regulasi dan deregulasi BKPM berusaha terintegrasi secara elekronik,” tuturnya.

Jika saja Covid-19 terus berlanjut hingga Mei mendatang, Bahlil pun meyakini bahwa target realisasi investasi bakal berada di nominal Rp850 triliun dan akan menjadi Rp817 triliun bila pandemi berlanjut hingga Juli. Namun, hal itu tidak dapat tercapai, jika BKPM hanya diberi pagu Rp394 miliar. (jpc/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI