Berstatus Nol Covid, Legislator PAN Desak Masjid di Kepulauan Sangkarrang Tidak Ditutup

Kamis, 23 April 2020 18:14

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Sahruddin Said

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar akan diberlakukan pada Jumat (24/4/2020). Penerapan ini bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan 1441 H/2020.

Situasi darurat wabah tahun ini merubah segalanya. Hiruk pikuk semangat ramadhan tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tarawih di masjid yang dirindukan kini ditiadakan, buka puasa bersama kawan-kawan pun dilarang, begitu juga kegiatan mudik ke kampung halaman paling tidak dianjurkan.

Khusus di Kota Makassar, yang penyebaran Covid-19 terbilang tinggi atau masuk dalam kategori zona merah, kegiatan-kegiatan tersebut sangat dilarang keras.

Seperti layaknya wilayah lain yang telah terlebih dulu menerapkan PSBB, salah satu yang dibatasi aturan PSBB adalah kegiatan keagamaan. Semua tempat ibadah ditutup tanpa terkecuali. Kegiatan keagamaan dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing.

Terkait pembatasan kegiatan ibadah berjamaah di masjid, Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Sahruddin Said memiliki pandangan berbeda.

“Aturan beribadah di rumah selama PSBB harus dipatuhi demi memutus rantai penyebaran Corona. Termasuk salat tarawih berjamaah. Karena kita tidak bisa mengontrol orang yang terpapar juga bisa berbaur bersama jamaah,” jelas Sahruddin saat dihubungi fajar.co.id, Kamis (23/4/2020).

Namun ia meminta pemerintah kota Makassar mengecualikan aturan penutupan rumah ibadah (masjid) di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Kecamatan yang terletak dibagian utara Kota Makassar ini diyakini Sahruddin, hingga kini belum ada warganya yang terinfeksi Covid-19 baik itu ODP, PDP, OTG, hingga positif corona.

Komentar


VIDEO TERKINI