CEO Ruangguru Mundur dari Stafsus Presiden, Kenapa Masih Ngerjain Kartu Prakerja?

Kamis, 23 April 2020 19:36

Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mengatakan, dengan mundurnya Belva tersebut ‎maka proyek yang diterima Ruangguru j...

FAJAR.CO.ID,JAKARTA – Staf Khusus (Stafsus) Presiden yang juga CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu karena keterlibatan Ruangguru dalam proyek Kartu Prakerja.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mengatakan, dengan mundurnya Belva tersebut ‎maka proyek yang diterima Ruangguru juga harus segera dihentikan.

“Mundurnya saudara Belva ini cukup bijak. Tetapi proyek itu tidak boleh jalan terus, harus dihentikan juga,” ujar Dede Yusuf kepada wartawan, Kamis (23/4).

Politikus senior Partai Demokrat itu juga mengatakan, jika proyek yang menelan uang negara triliunan rupiah itu tetap dilanjutkan. Maka sama saja memberikan keuntungan bagi Belva. Sebab dengan posisinya yang sempat di Stafsus dia digandeng pemerintah dalam program Kartu Prakerja.

“Karena kalau sudah jalan tetap untung perusahaanya dong,” katanya.

Ketimbang Ruangguru, sebaiknya pemerintah memilih mitra yang telah bekerja sama selama ini. Misalnya ada Badan Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memiliki pengajar sesuai dengan dunia industri.

“Itu BNSP sudah bersertifikasi, berakreditasi dan pengajar-pengajarnya adalah sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” katanya.

Di tengah pandemi Korona atau Covid-19 ini masyarakat yang kehilangan pekerjaanya membutuhkan bantuan dari pemerintah berupa bantuan sosial (Bansoe). Karena itu, bantuan pelatihan menurutnya saat ini belum perlu adanya Kartu Prakerja.

“Daripada dijadikan pelatihan online berbayar. Mendingan dijadikan kompensasi kerja. Artinya mereka yang dirumahkan ada kompensasi kerja‎,” ungkapnya.

‎Sebelumnya, CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, menyatakan, pengunduran dirinya sebagai Staf Khusus Presiden‎. Hal ini karena polemik keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja.

Meski begitu, Belva Devara menegaskan, bahwa tidak ada konflik kepentingan sehingga Ruangguru terpilih menjadi mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja.

“Proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan dan pemilihan mitra dilakukan langsung oleh pemegang Kartu Prakerja,” ujar Belva.

Menurut Belva, walau meyakini tak ada konflik kepentingan, keputusan mundur dari jabatan Stafsus Jokowi tetap diambil karena tidak ingin membuat polemik berkepanjangan.

“Ini dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkapnya. (jpc)

Bagikan berita ini:
3
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar