Di Rampi, IDP Minta Refocusing Kegiatan dan Realokasi APBDes Dipercepat untuk Penanganan Covid-19

Kamis, 23 April 2020 09:38

Terkait BLT, Misbah menyebutkan, ada beberapa aturan terkait hal tersebut diantaranya perbedaan persentase pengalokasian berdasarkan jumlah anggaran.

“Kalau anggaran Rp. 800 juta ke bawah maka 25% dari APBN, Rp. 800 juta – Rp. 1,2 M maka 30%, dan jika Rp. 1,2 M ke atas maka 35%. Adapun penentuan sasaran BLT ini dilakukan dengan musyawarah untuk validasi data, kemudian kades menentukan dan meneruskan ke camat lalu dilaporkan ke kabupaten. Perlu diketahui bahwa BLT ini di luar dari penerima PKH maupun BPNT. Jumlahnya Rp. 600 ribu/bulan selama tiga bulan mulai April, Mei, dan Juni. Namun kita berharap paling lambat Mei minggu pertama sudah bisa disalurkan,” tutur Misbah.

Sementara itu, Bupati yang karib disapa IDP ini berharap, dana desa tahap I harus memprioritaskan sistem PKT untuk kegiatan pencegahan covid-19 di desa. Mengapa PKT ini penting, agar masyarakat dapat langsung merasakan manfaatnya dan ekonomi tetap bertumbuh meski di tengah pandemi.

“Kegiatan itu bisa dalam bentuk penyemprotan disinfektan, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat desa akan bahaya covid-19 karena masih banyak masyarakat kita yang belum memahami dan menyadari bahaya covid-19 ini. Sampaikan ke warga kita masing-masing agar betul-betul bijak dalam menanggapi covid-19 ini dan jangan dibawa bercanda. Pemanfaatan lainnya, bisa digunakan untuk pembuatan poster dan baligho, pembelian cairan pembersih, fasilitasi data valid, penyaluran sosial safety net, sosialisasi physical distancing dan social distancing, isolasi parsial, pendataan pergerakan warga yang masuk ke desa. Sekali lagi mari kita pastikan dana desa sesuai peruntukkannya,” jelas bupati penerima penghargaan pelayanan publik terbaik ini. (rls/fajar)

Bagikan:
4
4
10

Komentar