Dilema Neymar

Kamis, 23 April 2020 17:07

Neymar/Getty Images

FAJAR.CO.ID, PARIS—Neymar harus membuat keputusan besar musim panas mendatang. Bertahan di Paris saint Germain (PSG) dan semakin kaya atau kembali ke Barcelona dengan konsekuensi kehilangan pendapatan setengah triliun.

UANG dan kebahagiaan. Inilah dua pilihan yang diyakini akan membuat Neymar pening hingga akhir musim mendatang. Meninggalkan Paris sama saja membuang uang 26 juta pondsterling atau sekitar 500 miliar.

Seperti diketahui, PSG yang sebelumnya diberitakan sudah siap membuka pintu keluar pada pemain termahal dunia itu tiba-tiba berubah sikap. PSG kini kabarnya ingin mempertahankannya di Parc des Princes.

Tak tanggung-tanggung, klub kaya raya Prancis itu siap menawarkan kenaikan gaji dari kontraknya saat ini £ 600.000 per minggu kepada pemain berusia 28 tahun tersebut. Menurut klaim Mundo Deportivo PSG siap memberi gaji hingga £ 44 juta per musim atau sekitar Rp846 miliar.

Angka itu mencakup kesepakatan sponsor £ 12 juta dengan National Bank of Qatar. Kesepakatan baru itu akan mengantar Neymar mendekati jumlah gaji Lionel Messi di Barcelona dan Cristiano Ronaldo di Juventus yang saat ini menjadi pemain dengan bayaran tertinggi.

Sebaliknya, jika tetap ngotot kembali ke Camp Nou dengan tujuan mengejar kebahagian pribadi, ia harus rela kehilangan banyak uang. Pasalnya, Barcelona hanya bisa menawarkan kesepakatan gaji sekitar £ 18 juta atau sekitar Rp346 miliar per musim.

Mundo Deportivo melukiskan dilema Neymar ini. Menurut media Spanyol itu, Neymar kemungkinan akan menunggu sampai akhir musim untuk menilai musim dan membuat keputusan tentang masa depannya yang benar-benar tidak mudah.

Mengetahui besarnya kehilangan uang yang harus ia alami, perpanjangan kontrak di PSG jelas jauh lebih mudah dan masuk akal. Namun, dengan Lionel Messi kemungkinan akan pensiun dalam dua atau tiga musim ke depan, bagian dari gaji yang dulu menjadi milik kapten Argentina itu bisa pindah ke Neymar.

Mantan Wakil Presiden Barcelona, Emili Rousaud mengatakan bahwa Neymar kemungkinan bisa kembali lagi ke Camp Nou. Namun, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dan kesepakatan hanya bisa membuahkan hasil jika semua pihak bersedia bertemu.

“Kembalinya Neymar mungkin terjadi. Virus corona akan menyebabkan deflasi pasar dan sebagian besar klub akan mengalami kesulitan keuangan. Barcelona ingin mengembalikan Neymar. Kami harus menganalisis apakah operasi ini cocok dengan keuangan klub,” jelas Rousaud sebagaimana dilaporkan BeSoccer.

Menurutnya, transfer Neymar sangat terbuka. “Meskipun rumit. Ada tiga pihak yang terlibat: Barcelona, ​​PSG, dan pemain (Neymar). Jika mereka bertiga mencari kesepakatan, mereka akan menemukan solusinya: pembayaran yang difraksinasi, misalnya. Semuanya akan tergantung pada niat baik masing-masing dan, terutama, pada tuntutan Neymar,” jelas Rousaud.

Ayah Neymar, Neymar Sr. yang juga bertindak selaku agen menegaskan, putranya akan selalu mencari tim terbaik. Menurut sang ayah, Neymar akan membuat keputusan akhir terkait di mana dia akan bermain selanjutnya dan selebihnya dia akan mengurus sisanya.

“(Neymar) selalu menjadi orang yang memilih jalan mana yang harus diambil. Kami hanya bekerja secara administratif sehingga ia memiliki kontrak terbaik,” kata Neymar Sr. kepada Sport.

Neymar membuat keputusan mengejutkan musim panas 2017 silam. Saat itu, ia dibeli PSG dengan harga sekitar Rp3,4 triliun. Tahun lalu, Neymar secara terbuka mengaku tidak bahagia dan memaksakan kepulangannya ke Barca namun gagal karena Blaugrana tidak bisa memenuhi permintaan PSG.

Saat ini, PSG dilaporkan sudah melunak dalam hal harga. Mereka kabarnya siap menerima 150 juta euro dari Barca. Meski angka itu masih sangat berat bagi Raksasa Catalan yang terbelit banyak utang, mereka menyiapkan opsi penyertaan trio Prancis Samuel Umtiti, Jean-Clair Todibo dan Ousmane Dembele. (amr)

STATISTIK NEYMAR MUSIM INI

Komentar


VIDEO TERKINI