DPRD Makassar Dilangkahi, Anggaran Covid-19 Dibelanjakan Tanpa Pemberitahuan

Kamis, 23 April 2020 08:56

Rapat Banggar DPRD Makassar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar mempermasalahkan anggaran penanganan Covid-19 oleh Pemkot Makassar lantaran belum juga menerima data laporan penggunaannya.

Ketua Banggar Adi Rasyid Ali (ARA) meminta Pemerintah Kota jangan semena-mena menggunakan anggaran miliaran rupiah itu tanpa sebelumnya memberi data rincian penggunaannya.

“Kami meminta data kepada Pj Walikota terkait penanganan Covid-19 ini data terkait BTT Rp30 miliar, terkait anggaran Silpa Rp143 miliar yang dibelanjakan. Itu parsial pertama,” jelas ARA sesaat setelah memimpin rapat di Banggar DPRD Makassar, Rabu (22/4/2020).

“Parsial kedua refocusing ini kami minta datanya karena saya dengar sampai Rp700 miliar itu ancang-ancang sampai bulan Oktober, itu apa saja kami perlu tahu,” lanjut politisi Partai Demokrat itu.

Meski dalam kondisi darurat, ARA menegaskan perlu ada komunikasi antara Pemerintah Kota dan DPRD sebelum dana tersebut dibelanjakan. ARA geram dengan sikap pemerintah kota yang seolah-olah menganggap remeh mekanisme tersebut.

“Kami meminta kepada pemerintah kota untuk melakukan komunikasi dengan DPRD, jangan anda langsung-langsung saja (belanja), anda harus sampaikan. Meskipun darurat nasional, tapi kita juga butuh data, sampai sekarang datanya belum ada,” pungkas ARA.

Sementara itu Anggota Banggar DPRD, Hasanuddin Leo menilai cara yang ditempuh Pemkot Makassar dalam penggunaan anggaran Covid-19 telah menabrak regulasi yang ada. Bahkan Hasanuddin Leo sebagai legislator merasa dilangkahi, karena dana tersebut telah dibelanjakan tanpa diketahui Badan Anggaran DPRD.

Komentar