Ekonom INDEF Sebut Platform Digital Kartu Prakerja Rauf Untung Rp3,7 Triliun

Kamis, 23 April 2020 11:33
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Program pelatihan kartu kerja online menggandeng delapan mitra platform digital terus menuai kritikan. Kali ini dari ekonom INDEF Nailul Huda. Ia memperkirakan platform digital itu meraup untung Rp3,7 triliun atau masing-masing mendapatkan Rp457 miliar.

Kalkulasi itu berasal dari total biaya pelatihan yang dianggarkan pemerintah sebesar Rp5,6 triliun. Bila dibagi rata, maka masing-masing Rp700 miliar. Dari jumlah tersebut belum dikurangi biaya pembuatan video program sebesar Rp243 miliar. “Keuntungan setiap platform mencapai Rp457 miliar atau keuntungan yang dinikmati oleh delapan platform untuk kartu prakerja adalah Rp3,7 triliun,” ujar dia dalam video converence, Rabu (22/4).

Lanjut dia, apabila keuntungan platform mitra kartu prakerja diberikan kepada penerima yang berhak. Maka besaran yang diterima per peserta kartu prakerja mencapai Rp2,9 juta. “Total ada6,9 juta penerima bantuan kartu prakerja,” katanya.

Menurut dia, pelatihan online dari kartu prakerja tak inklusif dan hanya menguntungkan penyedia pelatihan online saja. Tak hanya itu saja, pelatihan online tersebut belum mampu dijalankan di semua daerah.

Sementara ekonom senior dari CORE Indonesia Piter Abdullah menilai, pelatihan online kartu prakerja biaya yang dikeluarkan terbilang sangat besar. Pasalnya, pelatihan model seperti itu banyak di Youtube, dan secara gratis. “Di YouTube itu semua ada. Mau ngapain saja. Kalau mau online-online itu enggak perlu pakai pelatihan biaya sebesar itu,” kata dia.

Bagikan berita ini:
9
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar