Ekspor ke China Anjlok hingga 70 Persen

Kamis, 23 April 2020 15:06

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Prasetyadi menegaskan bahwa kegiatan impor atau barang masuk utamanya di Pelabuhan Makassar tidak mengalami perubahan meski pandemi Covid-19 tengah mewabah di negeri ini, termasuk di Sulsel dan Makassar.

“Untuk itu pelabuhan senantiasa dituntut harus memiliki kinerja yang optimal dalam melaksanakan kegiatan jasa kepelabuhanan. Utamanya kegiatan bongkar muat barang dan naik turun penumpang meskipun di tengah pandemi wabah Covid-19,” ujarnya, Kamis (23/4/2020).

Menurutnya, salah satu yang menjadi penolong adalah aktivitas konsumsi masyarakat yang justru meningkat, yaitu kebutuhan makan dan minum, obat-obatan serta kebutuhan penunjang lainnya yang relatif mengalami peningkatan meski sedang pandemi Covid-19.

Meski begitu, Prasetyadi tidak menampik bahwa barang keluar atau ekspor mengalami sedikit penurunan terutama untuk komoditas rumput laut, beras dan jagung.

“Yang paling tertekan adalah ekspor ke China yaitu sekitar 60% hingga 70%, termasuk impor dari negara tersebut. Menyusul beberapa negara di Asia Timur seperti Jepang dan Korea,” beber Dirut Pelindo IV yang belum lama dilantik.

Lebih jauh kata dia, saat ini kegiatan operasional di Pelabuhan Makassar masih tetap dilakukan 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tetapi tetap menyesuaikan dengan protokol atau Standar Operasional Prosedur (SOP) di masa tanggap darurat pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah.

Komentar


VIDEO TERKINI