Kartu Prakerja Dinilai Perlu Dievaluasi, Aliyah: Masyarakat Butuh Sembako

Kamis, 23 April 2020 17:36

Aliyah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kebijakan pemerintah meningkatkan anggaran kartu prakerja 100 persen, dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun dalam penanganan pandemi Covid-19 dinilai harus lebih memihak kepada masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham menuturkan, soal kartu prakerja perlu dievaluasi. “Kondisi self isolation saat ini, kebijakan harus memihak kepada masyarakat, memperhatikan kebutuhan yang paling mendesak,” katanya Kamis (23/4/2020).

Kata dia, dana untuk kartu Prakerja lebih baik digunakan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat selama masa self isolation. Sebab, dengan pengalihan dana ini diharapkan dapat memberikan kepastian agar tidak ada masyarakat yang kekurangan pangan.

Selain pemberian berupa pangan (sembako) dapat pula dipikirkan pemberian bantuan kredit usaha kecil untuk masyarakat. Hal lain yang menurut legislator Partai Demokrat itu perlu menjadi bahan pertimbangan yakni karena kurang efektifnya program dari kartu pra kerja.

“Kondisi sekarang masyarakat tidak membutuhkan pelatihan, tetapi dibutuhkan sesuatu yang lebih pasti apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan,” ucapnya.

Aliyah Mustika Ilham pun mengingatkan agar jangan sampai ketidak tepatan program pemerintah saat ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat akan keseriusan pemerintah dalam percepatan penangangan Covid-19.

“Saya sebagai anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Demokrat menolak dengan tegas dan meminta pemerintah menghentikan proyek kartu Prakerja berbasis online,” tegasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI