Makassar Kekurangan RS Corona, Wahab Tahir Minta Pembangunan RS Batua Dipercepat

Kamis, 23 April 2020 20:21

Wahab Tahir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir, meminta Pemerintah Kota Makassar tidak mengalihkan anggaran pembangunan RS Batua ke penanganan Covid-19.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Banggar bersama Satgas Covid-19 Makassar diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPBD, di Kantor DPRD Kota Makassar, Kamis (23/4/2020).

Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa jumlah rumah sakit khusus Covid-19 di Makassar masih terbilang sedikit. Sementara jumlah orang yang terpapar corona terus meningkat.

“Tolong jangan dialihkan anggaran pembangunan rumah sakit Batua. Di China, di Amerika buru-buru bangun rumah sakit. Sedangkan di Makassar ada rumah sakit dihalang-halangi pembangunannya. Bagaimana cara berpikir kita, jangan dibalik logikanya,” tegas Wahab.

Ketua Fraksi Golkar ini mendesak percepatan pembangunan rumah sakit Batua agar bisa dimanfaatkan oleh pasien Covid-19. Pasalnya, kata dia, wabah ini belum dapat dipastikan waktu berakhirnya.

“Jadi saya desak percepat pembangunan rumah sakit itu karena kita tidak tahu kapan wabah ini selesai. Kalau data dari Intelejen Negara, virus ini selesainya Desember. Tolonglah rumah sakit ini diselesaikan kemudian dijadikan khusus covid,” tandasnya.

Selain itu, Wahab juga menyoroti terkait jumlah paket bantuan sembako yang akan disalurkan ke warga yang terdampak covid-19. Menurut data, Dinas Sosial Kota Makassar menyiapkan 60 ribu paket sembako, dimana per paketnya seharga Rp650 ribu.

“Untuk Dinas Sosial, sejak awal sudah saya ingatkan akan ada lost. Jakarta saja memberi 10 persen dari jumlah penduduknya. Sedangkan di Makassar hanya memberi kurang dari 3 persen dari jumlah penduduk. Ini tidak real sudah pasti lost,” paparnya.

“Kami di Komisi D mendorong angka jumlah paket bantuan hingga 80 ribu kalau perlu 100 ribu paket,” sambungnya.

Dimungkinkan jika ada tahap kedua PSBB, Kwletua Komisi D itu meminta ditambah jumlah bantuan tersebut karena akan semakin banyak yang terdampak. Jangan sampai kejadian di Bekasi ada yang meninggal karena kelaparan juga terjadi di Makassar.

“Saya sebagai ketua Fraksi Golkar, Dinas Sosial harus bergerak maksimal, lakukan yang terbaik. Begitu juga dinas kesehatan, badan bencana silakan bergerak. Karena kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan,” pungkasnya. (endra/fajar)

Komentar