Nabil Haroen Tuding Proyek Pelatihan pada Kartu Prakerja Salah Sasaran

Kamis, 23 April 2020 14:26

Anggota Komisi IX DPR M Nabil Haroen. Foto: arsip pribadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR Nabil Haroen mendukung adanya Kartu Prakerja. Proyek kontroversial diperkirakan bakal menelan uang negara Rp5,6 triliun itu menurutnya bisa menjadi solusi jangka pendek atas krisis Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah sudah menganggarkan Rp405.1 triliun. Dana ini, kata Nabil, harus dikawal agar tepat sasaran. Mekanisme pengawalan dan monitoringnya harus tepat, sesuai dengan regulasi yang jelas.

“Maka, program Kartu PraKerja harus didukung, dengan pemaksimalan programnya,” ujar politikus PDIP itu kepada JawaPos.com (grup fajar.co.id), Kamis (23/4).

Namun demikan, Nabil mengatakan ada beberapa hal yang harus direvisi dari program Kartu Prakerja.‎ Saat ini warga saat ini butuh jaminan pangan dan sumber uang.

“Jadi memberi ikan pada saat krisis, lebih baik daripada memberi kail. Maka, memberi bahan pangan dan bantuan langsung, lebih berfungsi dari pada mengasah skill dengan pelatihan,” katanya.

Menurut Nabil baiknya Kartu Prakerja dilakukan setelah virus Korona usai mewabah di tanah air. Sehingga bisa dilakukan dengan baik.‎ Karena masyarakat yang terdampak bisa ikut pelatihan.

“Skema pelatihan untuk peningkatan skill itu bermanfaat pada situasi normal, dengan kondisi ekonomi yang bertumbuh. Pada saat krisis, pelatihan itu salah sasaran,” ungkapnya.

Selain itu, Nabil mengatakan pemerintah harus pastikan perbaikan sistem pendaftaran dan evaluasi program Kartu Prakerja. Karena dirinya dapat laporan, banyak penyalahgunaan pendaftaran Kartu Prakerja, karena sistemnya bisa diakali.

Komentar


VIDEO TERKINI