Nekad Mudik, FX Hadi Rudyatmo: Jokowi pun Juga Wajib Karantina

Kamis, 23 April 2020 09:56

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo -(ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO)-

FAJAR.CO.ID, SOLO– Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik mulai Jumat besok (24/4). Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo berharap Presiden Joko Widodo sebagai pembuat kebijakan ikut menaati aturan tersebut.

Bila presiden nekat mudik ke rumahnya di Sumber, Banjarsari, maka kata wali kota, orang nomor satu di Indonesia itu juga wajib mengikuti program karantina pemkot. Yakni rumah karantina di Grha Wisata Niaga selama 14 hari.

“Pejabat atau siapapun yang mudik kami karantina. Termasuk VIP. Kalau sudah membuat aturan seperti itu, orang Jakarta jangan ke Solo lah. Biarpun itu VIP, VVIP (presiden RI),” katanya, Rabu (22/4).

Selain larangan mudik untuk pejabat VVIP, Rudy meminta transportasi dari ibu kota menuju ke Solo dikurangi jumlahnya. Bahkan, pemerintah pusat dapat menghentikan total transportasi antarkota antarprovinsi.

“Untung saja kesadaran masyarakat Solo sekarang sudah tinggi. Kalau ada pemudik, ketua RT atau pemangku wilayah langsung melaporkan ke Grha Wisata. Kemarin ada delapan orang dari Jakarta dibawa ketua RT ke Grha Wisata. Itu kan bukti kalau masyarakat sudah sadar,” katanya.

Wali kota sendiri melihat Kota Solo tengah dikepung pasien Covid-19 dari luar kota. Dia meyakini tidak ada pasien yang benar-benar terpapar di wilayah Kota Solo. “Kasus terkonfirmasi di Solo kan masih impor semua, pendatang semua. Makanya pengawasannya harus ketat,” kata Rudy.

Hingga Rabu kemarin (22/4), jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah satu orang dari Kerten, Laweyan. Total saat ini menjadi 13 orang. Sembilan orang masih menjalani rawat inap, dua orang sembuh dan dua meninggal.

Angka pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 90 orang. Yang menjalani rawat inap 20 orang, 54 sembuh, dan 16 meninggal dunia. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 442 orang. Rinciannya, 93 di antaranya dalam pemantauan dan 349 lainnya selesai pemantauan.

“Kami terus pantau angka pasien yang merupakan warga Solo. Terlebih menjelang puasa dan mudik Lebaran. Hari ini (kemarin) ada gelombang pemudik karena larangan berlaku efektif Jumat (besok),” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani. (jpg/fajar)

Komentar