Pantauan Hilal di Tengah Pandemi Corona, Begini Hasilnya

Kamis, 23 April 2020 13:35

Hasil pengamatan hilal

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia menjelang Ramadan mengharuskan penentuan hilal dilaksanakan secara mandiri.

Kepala Bidang Observasi BBMKG Wilayah IV Makassar, Joharman, mengatakan pengamatan Hilal awal bulan Ramadhan 1441 H, Kamis (23/4/2020) kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kita lakuan secara mandiri di Rooftop Gedung BMKG Makassar tanpa melibatkan ormas Islam dan Kamwil Kemenag Sulsel,” ucapnya, Kamis (23/4/2020).

Pengamatan hilal ini terpaksa dilakukan secara mandiri mengingat adanya imbauan physical distancing, sosial distancing dan tidak berkumpul di tengah wabah saat ini.

Joharman membeberkan hasil pemantaun yang dilakukan hari ini akan dilaporkan lewat daring (online) kepada Kanwil Agama Provinsi Sulsel dan diteruskan kepada Kementerian Agama Pusat Jakarta.

“Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Makassar yang sudah ditetapkan sebagai Zona Merah,” tutupnya.

Diketahui berdasarkan pemantauan hilal BMKG Makassar menunjukkan bahwa ijtimak akhir Sya’ban 1441 H atau 23 Aprl 2020 M pukul 10.25 Wita, data matahari terbenam jam 17.59 Wita dengan Azimuth 282° 43′ 44″.

Sedangkan data hilal matahari terbenam 18.15 Wita dan Tinggi Mar’i 03° 20′ 34″, umur bulan 07 jam 53 menit 34 detik, fraksi iluminasi 0,16% sehingga posisi berada pada 04° 32′ 53″bulan di sebelah Selatan – atas matahari dengan lama diatas ufuk 16m 34d.

Atau dengan kata lain hasil perhitungan hisab pada tanggak 29 Sya’ban 1441 H atau Kamis 23 April 2020 M sesaat setelah matahari terbenam hilal berada di atas ufuk (+). (anti/fajar)

Komentar