Semoga Sekjen Baru PSSI Tidak Seperti Thisa

Kamis, 23 April 2020 08:25

Ratu Tisha Destria. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Terlalu overlap. Itulah poin dari kritikan yang disampaikan anggota Komisi X DPR Djohar Arifin terhadap kinerja Ratu Tisha. Kritikan tersebut disampaikan ketika Djohar melakukan virtual meeting dengan Ketua Umum (Ketum) PSSI Moch. Iriawan beberapa waktu lalu. Saat itu Iwan Bule berjanji mengevaluasi kinerja Tisha sebagai Sekjen PSSI. Namun, Tisha kemudian memilih mundur.

Nah, kesalahan itulah yang tidak ingin diulangi Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi. Pria asal Gorontalo tersebut menyadari betul murkanya Iwan Bule kepada Tisha karena dianggap terlalu sering overlap. ’’Saya mulai dari pemaparan job desc yang harus jelas,’’ katanya.

Karena itu, dua hari bekerja sebagai Plt Sekjen PSSI, dia mulai menjelaskan job desc masing-masing kepada anggota Exco PSSI dan staf PSSI lainnya. Termasuk apa saja yang wajib dilakukan Sekjen. ’’Sekjen itu harus menata struktur organisasi sekretariat dengan maksimal,’’ ujarnya.

Jika job desc itu sudah jelas, akan terlihat tugas Sekjen PSSI yang paling banyak adalah membantu Iwan Bule. Membantu full dalam semua hal. ’’Arahan Ketum ketika menunjuk saya adalah memperbaiki hal-hal yang selama ini overlap. Saya jurusan S-1 manajemen. Jadi, saya benahi struktur organisasinya,’’ jelasnya.

Yunus juga membantah komentar anggota Exco PSSI Haruna Soemitro. Haruna menduga Yunus dipilih untuk segera menyiapkan seleksi Sekjen PSSI. Pria yang menjabat direktur bisnis Persisam Samarinda pada 2009–2014 tersebut menegaskan bahwa seleksi calon Sekjen definitif bukanlah tugasnya. ’’Sekjen itu kerja dan tugas ada pada administrasi dan teknis kesekretariatan ya, bukan menyiapkan seleksi calon Sekjen,’’ tegasnya.

Bagikan berita ini:
3
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar