Simak Prediksi Pandu, Puncak Covid-19 Pertengahan Mei dan Berakhir di Juni

Kamis, 23 April 2020 11:12

Pandu Wibowo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pengamat Kebijakan Publik Pandu Wibowo memprediksi puncak wabah virus corona (Covid-19) akan terjadi 11-20 Mei 2020. Sedangkan masa berakhir pandemi berakhir pada 30 Juni 2020. Ini setelah diterapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia.

Pandu mengatakan telah menganalisis kondisi covid 19 di Indonesia dengan Model NhPR yakni Nh adalah jumah kasus perhari yang diketahui sejak PSBB, P adalah peluang tertular orang yang bertemu orang positif Covid 19 sejak PSBB dan R adalah jumlah rata-rata orang yang bertemu orang positif Covid 19 sejak PSBB.

Dalam menganalisis kondisi covid 19 yang melanda Indonesia, Pandu Prabowo membuat 3 skenario penerapan PSBB terhadap angka penularan covid 19.

“Dari 3 skenario itu dapat disimpulkan apabila kebijakan PSBB efektif dan masyarakat patuh terhadap aturan yang berlaku, maka presentase orang yang tertular Covid-19 akan berkurang, dan jumlah korban tidak begitu banyak. Namun apabila kebijakan PSBB belum berjalan efektif dan masyarakat belum patuh pada aturan, maka presentase orang yang tertular Covid-19 akan terus bertambah setiap harinya dan tentunya akan banyak korban virus Covid-19,” ujar Pandu melaluirilisnya ke Fajar.co.id, Kamis (23/4/2020).

Dari data tersebut Pandu menemukan parameter yang dimasukkan dalam rumus matematika, sehingga dapat menghitung kecepatan jumlah penyebaran dan penurunan wabah virus Covid-19.

Sekedar diketahui 3 seknario yang digunakan oleh Mahasiswa lulusan Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia tersebut diantaranya skenario pertama adalah per 10 April hingga 30 Juni kebijakan PSBB berjalan dengan efektif dan seluruh masyarakat mengikuti aturan tersebut.

Skenario kedua per 10 April hingga 23 April kebijakan PSBB belum berjalan efektif dan masyarakat belum patuh pada aturan. Per 24 April hingga 30 Juni PSBB berjalan efektif dan masyarakat sudah mulai sadar aturan tersebut. Skenario ketiga per 10 April sampai 6 Mei kebijakan PSBB juga belum berjalan efektif dan masyarakat belum patuh pada aturan. Per 7 April hingga 30 Juni PSBB baru berjalan efektif dan masyarakat sudah mulai sadar aturan tersebut.

CEO Datasatu.com ini menyarankan kepada pemerintah agar dapat membuat kebijakan yang tepat kepada masyarakat guna angka penularan Covid-19 di Indonesia dapat ditekan dan cepat berakhir.

“Pertama Penerapan PSBB jilid 2 harus lebih efektif dalam mengurangi angka penularan Covid-19 kasus/hari. Kedua Pemerintah harus memberikan sanksi tegas kepada pelanggar aturan PSBB di jalan. Ketiga Pemerintah harus memberikan sanksi tegas terhadap perkantoran dan pabrik yang masih memperkerjakan karyawannya. Keempat Pemerintah harus lebih ketat dalam mengawasi dan membatasi laju moda transportasi publik,” terangnya.

“Kelima Pemerintah harus lebih gencar dalam melakukan pemeriksaan secara massif di setiap daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19. Keenam Masyarakat harus terus dilakukan edukasi terhadap bahaya pencegahan virus Covid-19, bahkan sampai ke desa. Ketujuh Pemerintah harus memberikan kompensasi yang dapat membuat masyarakat Stay at Home, seperti bantuan sembako, bantuan pembayaran kredit, pemakaian paket internet,” tutup Pandu. (anti/fajar)

Komentar