Tak Punya KTP, Puskesmas Tolak Bawa Buruh Bangunan ke RS, Terpaksa Diantar Polisi Pakai Motor

Kamis, 23 April 2020 11:45

RS Stella Maris, tempat Ruslan dirawat

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ruslan (35) menderita penyakit tipes. Warga perantau asal Selayar yang mencari nafkah di Kota Makassar itu, memilih berobat ke Puskesmas terdekat.

Namun sayang, saat berobat dan akan dirujuk ke rumah sakit Stella Maris, ia terkendala dengan tanda pengenal.

Buruh bangunan itu tidak memiliki KTP atau kartu pengenal lainnya. Jadinya, pihak puskesmas menolak membawa Ruslan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans.

“KTP tidak ada. Jadi tidak bisa dibawa pakai ambulans ke RS. Makanya saya minta tolong dengan petugas Polres Pelabuhan untuk dibawa ke RS,” kata rekan pasien, Alimuddin kepada Fajar.co.id, Kamis dini hari, (23/4/2020).

Sebelum diantar petugas, warga sekitar juga tidak ada yang mau mengantar Ruslan ke rumah sakit. Penyakit yang diderita dianggap sebagai gejala virus corona oleh orang lain.

Warga pun tak mau mendekat. Apalagi membawanya berobat ke rumah sakit. Alimuddin pun membantah semua tuduhan itu.

“Orang lain itu anggap Ruslan sudah kena virus corona. Padahal tidak. Penyakit tipesnya ini sudah lama. Saya tahu betul penyakitnya dia,” tambahnya.

“Ruslan menderita sesak napas, panas dingin, batuk, dan nafsu makan kurang. Saya yakin itu bukan gejala corona. Itu hanya tipes,” sambung Alimuddin saat ditemui di RS Stella Maris.

Dia pun memberanikan diri datang ke Mapolres Pelabuhan, meminta pertolongan petugas untuk diantar ke RS Stella Maris. Dengan sigap personil polisi mengantar Ruslan menggunakan motor patroli.

Selain itu, lanjut Alimuddin, Ruslan sebenarnya punya keluarga yang tinggal di Kota Makassar. Namun menurut dia, mereka jarang melihat kondisi Ruslan selama ini.

Ruslan pun akhirnya hidup sendiri seakan-akan tanpa keluarga. Dia tinggal di sekitaran pelabuhan Soekarno-Hatta hanya bersama teman-temannya.

Dia tak punya rumah, atau pun indekos sebagai tempatnya untuk melepas penat. Dia pun tak bisa merawat Ruslan selama berada di rumah sakit karena hanya sebatas hubungan teman. Sementara pihak rumah sakit mewajibkan Ruslan untuk dijaga oleh keluarganya sendiri.

“Ada keluarganya di sini (Makassar). Tapi Ruslan jarang diperhatikan,” tambah Alimuddin.

Dia pun tetap berusaha menghubungi keluarga Ruslan, agar bisa datang ke rumah sakit. Menjaga dan merawat Ruslan yang masih terbaring lemah. (Ishak/fajar)

Bagikan:
4
2
2

Komentar