Beda Perlakuan, Sembako Bagi Warga KTP Makassar, Perantau Diarahkan ke Dapur Umum

Jumat, 24 April 2020 13:23

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pemerintah sudah mengeluarkan instruksi agar tidak ada yang mudik. Akan tetapi, nasib warga pendatang utamanya mahasiswa yang tidak pulang kampung tidak diperhitungkan.

Banyak mahasiswa yang menetap di indekos tidak mendapat bantuan kebutuhan pokok. Baik yang bersumber dari donatur maupun dari Pemerintah Kota Makassar.

Salah satu lokasi indekos dengan jumlah mahasiswa cukup padat di antaranya di sekitar Jalan Bung, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea. Selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para mahasiswa akan bertahan di pondokan masing-masing.

“Tidak pernah ada yang datang mendata pemberian bantuan. Apalagi mau bagikan sembako. Tidak pulang kampung karena dilarang ki pulang kampung. Jadi bertahan saja,” kata Wahyu, mahasiswa semester dua di STIE LPI Makassar itu, Kamis (23/4/2020).

Ia mengaku jarang sekali keluar dari pondokan. Terkecuali untuk belanja telur dan mi instan. “Besok ini, saya tidak tahu mau bagaimana. Semoga masih buka ji penjual,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 004, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Rais mengaku, masih cukup banyak mahasiswa yang tinggal di pondokannya masing-masing. Hanya saja, tidak terdata untuk mendapatkan sembako.

“Kita hanya disuruh kumpulkan KK. Sementara mahasiswa ini tidak ada KK-nya. Kita prihatin juga sebenarnya, karena memang masih banyak yang tinggal di kos-kosannya,” kata Rais, kemarin.

Bagikan berita ini:
6
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar