Dikecam AS dan Israel, Rusia Bela Peluncuran Satelit Militer Iran

Jumat, 24 April 2020 10:20

Pengawal Revolusi Islam Iran sukses meluncurkan satelit militer yang dijuluki Noor ke orbit, Rabu (22/4/2020)-- iranian

FAJAR.CO.ID, MOSKOW– Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova membantah klaim AS bahwa Iran melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, atas peluncuran satelit militer “Noor 1”. Tuduhan AS ini dinilai tidak berdasar. Israel juga mengecam peluncuran satelit ini.

Saat berpidato pada konferensi pers di Teheran, sikap AS ini bukan yang pertama kalinya menuduh negara lain secara terang-terangan melanggar norma-norma hukum internasional dan melanggar resolusi UNSC 2231.

Juru bicara itu menggarisbawahi bahwa resolusi tersebut, serta JCPOA yang mengatur program nuklir Iran, sama sekali tidak membatasi hak dan kemampuan Iran untuk mengeksplorasi ruang untuk tujuan damai.

AS mengklaim bahwa rudal ruang angkasa Iran dapat membawa senjata nuklir tidak berdasar, kata Zakharova, menegaskan bahwa Iran tidak pernah menghasilkan senjata nuklir dan tidak akan pernah memiliki senjata seperti itu di masa depan.

Pada 22 April, Iran meluncurkan satelit militer pertamanya bernama Noor-1 (atau Cahaya). Satelit ditempatkan ke orbit 425 km.

Iran telah menjalani inspeksi nuklir lebih dari negara lain, karena Badan Energi Atom Internasional pada beberapa kesempatan memverifikasi sifat damai dari program nuklir Iran. Dia mencatat bahwa para inspektur saat ini melanjutkan pekerjaan mereka di pusat-pusat Iran sepanjang waktu meskipun coronavirus mewabah.

Terlepas dari obstruksi AS, Iran masih menerapkan JCPOA, katanya, mencatat bahwa Washington berusaha untuk menutupi pelanggarannya terhadap kesepakatan internasional.

Komentar