Hati-hati! Limbah Medis Corona Jadi Sumber Penularan

Jumat, 24 April 2020 11:41

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan, bahwa limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan infeksius dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) penanganan virus corona (Covid-19) bisa menjadi sumber penularan.

Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ajeng Arum Sari mengatakan, bahwa limbah medis bekas penanganan pasien virus corona (Covid-19) harus segera ditangani. Karena jika tidak, limbah tersebut bisa menjadi sumber penularan.

“Limbah medis jelas harus ditangani, karena banyak dampak negatif. Pertama paparan patogen, juga beracun kemudian bisa mengakibatkan cedera, karena misalnya sisa bekas jarum suntik kan tajam, menimbulkan pencemaran, air udara dan tanah,” kata Ajeng, Kamis (23/4).

Ajeng menambahkan, jika tidak segera ditangani maka limbah medis ini akan semakin menumpuk. Apalagi, hanya sekitar 87 rumah sakit yang mempunyai insinerator alat untuk membakar limbah medis ini.

“Sejak pandemi corona terus meningkat tidak hanya Rumah sakit dan puskesmas, juga rumah sakit darurat di wisma atlet, klinik, unit transfusi dan apotik,” tuturnya.

Terlebih lagi, kata Ajeng, berdasarkan prediksi Asian Development Bank tambahan jumlah limbah medis di DKI Jakarta akibat covid-19 sebesar 212 ton per harinya.

“Asian Development Bank telah memprediksi kalau volume limbah selama pandemi khusus di Jakarta mencapai 12 ribu ton dalam waktu 60 hari,” ujarnya.

Komentar


VIDEO TERKINI