Mardani Ali Sera: Pak Presiden Perlu Bertanggung Jawab

Jumat, 24 April 2020 15:45

tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyusul rekan sesamanya yakni Adamas Belva Syah Devara‎ yang mengundurkan diri lebih dulu. Keduanya mundur karena polemik proyek.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, perlu dilakukan pengecekan dua Staf Khusus Presiden tersebut mengundurkan diri karena apa. Apakah ada tekanan yang mereka hadapi. Atau murni dari diri sendiri.

“Pertama saya apresiasi. Kedua perlu dicek apakah ada tekanan,” ujar Mardani kepada wartawan, Jumat (24/4).

Mardani mengatakan, dengan dua orang Staf Khusus Presiden telah mengundurkan diri. Maka perlu ditanyakan pengangkatannya. Karena menurut Mardani yang salah bukanlah prajurit di lapangan. Melainkan jenderalnya.

“Pak Presiden perlu bertanggung jawab pada pembinaan stafsusnya,” tegasnya.

Diketahui ‎polemik muncul dari dua Staf Khusus Presiden Jokowi ,Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara. Mereka berdua pun sudah mengundurkan diri.

Adapun, Andi Taufan Garuda Putra membuat kontroversi usai menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020 yang ditujukan kepada seluruh Camat di Indonesia. Surat tersebut berisikan tentang kerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Kontroversi timbul ketika PT Amartha Mikro Fintek disebut sebagai perusahaan yang akan bekerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19. Perusahaan tersebut diketahui milik Andi.

Komentar


VIDEO TERKINI