Rakyat Butuh BLT, Irwan: Enggak Perlu Dilanjutkan Kartu Prakerja

Jumat, 24 April 2020 09:16

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat H Irwan-- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat H Irwan meminta Presiden Jokowi menyulap program Kartu Prakerja menjadi bantuan langsung tunai atau BLT untuk rakyat yang terdampak krisis ekonomi akibat gempuran pandemi virus corona.

Menurut Irwan, dana untuk BLT jauh lebih bermanfaat dibanding untuk biaya pelatihan kerja secara daring.

“Saya pikir enggak perlu dilanjutkan program kartu prakerja ini. Direfocussing saja yang Rp20 triliun itu. BLT kan banyak di Jakarta saja, di daerah masih banyak yang butuh. Banyak masyarakat meninggal juga di daerah,” kata politikus yang beken disapa dengan panggilan Irwan Fecho ini di Jakarta, Kamis (23/4).

Anggota Komisi V DPR ini menyebutkan, saat ini dibutuhkan rasa empati dari para pemimpin baik di level nasional maupun daerah untuk membantu penderitaan masyarakat di tengah pandemik virus corona (Covid-19).

Lagipula, program Kartu Prakerja tidak banyak manfaatnya bila diteruskan. Sebab, rakyat sekarang lebih butuh makan dibanding pelatihan.

“Mau dilanjutkan buat apa juga?. Apalagi situasi seperti ini. Kartu prakerja kan bukan untuk melamar kerja, bukan untuk dapatkan pekerjaan tetapi untuk meningkatkan skill. Kalau untuk tingkatkan skill kan bisa dengan berbagai informasi di internet. Gratis lagi,” tegas legislator asal Kalimantan Timur ini.

Nah, bila dilakukan refocussing, maka anggaran Kartu Prakerja yang Rp20 triliun itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sembako secara tepat sasaran.

Hal itu pasti dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat tanpa harus dipaksa menjalani pelatihan online terlebih dahulu.

“Rp20 triliun dana untuk Kartu Prakerja jika dialihkan ke sembako yang tepat sasaran sangat bermanfaat dibanding untuk kartu prakerja saat ini. Bahkan Rp5,6 triliun bisa dihemat dan diberikan ke masyarakat dibanding harus diberikan kepada lembaga pelatihan,” tandasnya. (jpnn/fajar)

Bagikan:

Komentar