Sebelum Ditangkap Polisi, WA Aktivis Ravio Patra Sempat Diretas

Jumat, 24 April 2020 16:11

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Peneliti kebijakan publik dan aktivis advokasi legislasi Ravio Patra ditangkap, Rabu malam (22/4). Penangkapan itu dinilai sebagai upaya pembungkaman suara kritis terhadap pemerintah.

Sebelumnya, Ravio melalui akun Twitter pribadinya sempat mengkritik Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar yang diduga terlibat konflik kepentingan. Dia juga sempat menyampaikan kritik soal penanganan Covid-19 di Indonesia.

”Belum diketahui ke mana Ravio dibawa,” kata anggota tim pendamping hukum dari koalisi tolak kriminalisasi dan rekayasa kasus Ade Wahyudin dalam keterangan pers kemarin.

Dia mengungkapkan, Ravio sempat mengadu ke SAFEnet pada Selasa (22/4) soal dugaan peretasan WhatsApp (WA) yang dialaminya.

”Kuat dugaan kami bahwa pelaku pembobolan menemukan cara mengakali nomor mereka untuk bisa mengambil alih WhatsApp yang sebelumnya didaftarkan dengan nomor Ravio,” ungkap Ade.

Ravio juga sempat mengumumkan secara terbuka melalui akun @raviopatra di Twitter bahwa WA miliknya diretas dan dikendalikan orang lain. Dua jam setelah membuat pengumuman, WA milik Ravio akhirnya berhasil dipulihkan.

Selama diretas, pelaku melalui WA Ravio menyebarkan pesan palsu berisi provokasi. Pesan itu berbunyi: ”KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR! AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH.”

”Kami melihat dan meyakini, motif penyebaran itu adalah plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu pihak yang dijebak. Seolah-olah akan membuat kerusuhan,” tegasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI