Stafsus Milenial Mundur, Andi Taufan Susul Adamas Hengkang dari Istana

Jumat, 24 April 2020 13:43

Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus milenial. (raka denny/jawapos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Satu per satu staf khusus milenial Presiden pergi meninggalkan Istana. Setelah Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri, kini giliran Andi Taufan Garuda Putra yang tutur hengkang juga.

Andi Taufan mengatakan, pengunduran dirinya itu sudah disetujui oleh Presiden Jokowi. Ia menyatakan mundur dan melepaskan jabatanya melalui surat yang ditujukan langsung pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 17 April 2020.

“Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil,” ujar Andi Taufan dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (24/4).

Andi Taufan mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan kepercayaan dirinya menjadi Staf Khusus . Termasuk pelajaran dan nilai-nilai yang diberikan selama dirinya menjabat.

“Begitu banyak pelajaran berharga yang saya petik, saya tidak luput dari berbagai kekurangan. Untuk itu, sekali lagi mohon maaf dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Diketahui ‎polemik muncul dari Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra. Dia membuat kontroversi usai menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020 yang ditujukan kepada seluruh Camat di Indonesia. Surat tersebut berisikan tentang kerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Komentar