Dua Staf Khusus Mundur, Darmawangsyah: Wajar, Mereka Bukan dari Birokrat

Sabtu, 25 April 2020 17:09

Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus milenial. (raka denny/jawapos)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Belum genap sepekan setelah mundurnya CEO Ruangguru, Adamas Belva Devara, dari Staf Khusus Presiden, kini Andi Taufan Garuda Putra pun menyusul.

Kabar ini kemudian menjadi perbincangan hangat publik di tengah situasi genting penanganan wabah corona.

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin memandang, polemik yang dimunculkan oleh para milenial di Istana itu merupakan sebuah kelalaian karena ketidakpahaman mereka terhadap alur birokrasi pemerintahan.

Darmawangsyah menilai, blunder yang dilakukan para anak muda ini wajar karena mereka bukan berasal dari birokrat atau juga dunia politik. Sehingga portal birokrasi diterabas begitu saja karena ketidaktahuan.

“Mereka bukan berasal dari birokrat, sedangkan di negara kita dalam menjalankan birokrasi ada aturan yang harus dijalankan,” tutur Darmawangsyah kepada fajar.co.id, Jumat (24/4/2020).

Meski dinilai lalai, menurut Wakil Ketua DPRD Sulsel ini para staf khusus milenial Presiden dalam kontribusinya untuk negara terbilang baik.

“Beliau ini mungkin lalai di situ, tapi saya rasa niat mereka baik,” lanjutnya.

Bagikan berita ini:
10
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar