Merasa Berhak Terima Bantuan Logistik, Pelaku Usaha Hiburan Layangkan Protes

Sabtu, 25 April 2020 17:02

Bantuan Logistik Pemkot Makassar.

“Intinya, Pemkot jangan pura-pura melupakan nasib para pekerja industri pariwisata yang sudah dirumahkan sejak sebulan tersebut. Itu sudah tanggungjawab Pemkot. Seharusnya para karyawan tersebut justru yang lebih diutamakan daripada warga lain yang tidak secara langsung terimbas penutupan pada usahanya. Tapi kemarin, Dinsos malah membagikan sembako justru kepada warga yang tidak terdampak langsung,” tambah Zul, tegas.

Dinsos Makassar, lanjutnya, seharusnya tidak meminta persyaratan yang aneh-aneh kepada para karyawan yang sudah memasukkan berkas.

“Kadis Sosial kan sudah tahu sebelumnya, usaha apa saja yang diimbau Pemkot untuk tutup. Apalagi ribuan karyawan itu sudah menyerahkan berkas sesuai permintaan operator online Dinsos. Tiap outlet sebelumnya disarankan mengajukan permohonan dengan menyertakan daftar nama karyawannya. Terakhir berubah lagi, harus daftar ulang dan menyertakan KK, padahal sebagian besar karyawan atau pekerja pada sektor ini bukan hanya domisili KK mereka di Kota Makassar. Ada yang berasal dari Kabupaten Maros, Gowa dan daerah lainnya. Bahkan dari luar provinsi. Sementara mereka juga dilarang mudik, sehingga terkesan Pemkot ini tidak manusiawi lagi dan kurang tanggap menangani para pekerja yang telah dirumahkan,” papar Zul.

Akibat ketidakjelasan pihak Pemkot, Zul pun menduga sembako yang telah dan akan dibagikan tersebut, tidak bersifat adil dan tidak tepat sasaran. Apalagi, pendataan dan pembagiannya diserahkan pihak kecamatan dan kelurahan.

Komentar