Sahabat TKSK, Rela Tak Digaji Demi Bantuan Sembako Tepat Sasaran

  • Bagikan

Sahabat TKSK punya andil mendata warga yang layak menerima bantuan. Tak jarang memanfaatkan jaringannya membawa donatur ke wilayahnya.

Oleh: DEWI SARTIKA MAHMUD
Tamangapa

Namanya Nursiah. Usianya sudah menginjak kepala empat. Ia warga Jl Tinumbu. Bukan ketua RT atau RW. Hanya warga biasa.

Namun ia menjadi garda terdepan pendataan penerima bantuan di masyarakat. Nursiah salah seorang Sahabat Tenaga Kesejahteraan Sosial di Kecamatan (Sahabat TKSK).

Pendidikannya tinggi. Dia juga memiliki banyak kenalan organisasi. Nursiah memanfaatkan kenalan itu sebagai jaringan untuk membantu warga di sekitarnya.

Tak sedikit yang datang ke wilayahnya membawa bantuan berupa paket sembako. Meski seadanya, tetapi setidaknya bisa membantu menutupi kebutuhan untuk makan sehari-hari warga yang terdampak Covid-19.

Rata-rata, pekerjaan warga di wilayahnya buruh harian dan karyawan yang kini tengah dirumahkan. "Ketika saya melihat teman-teman atau organisasi yang menawarkan bantuan, saya meminta agar wilayah saya diberi jatah dengan betul-betul mendata yang layak," tuturnya.

Nursiah terkadang mendatangi satu persatu rumah warga dan meminta foto copy kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Ia tak digaji untuk melakukan pendataan ini. Namun, dia hanya bersyukur jika tidak ada tetangganya yang kelaparan.

"Alhamdulillah sudah ada beberapa yang bawa bantuan seperti Yayasan Haji Kalla dan organisasi seperti Hipmi dan beberapa himpunan mahasiswa," tuturnya.

Sahabat TKSK lainnya, Ellin, seorang ibu rumah tangga. Dia menjadi sahabat yang memiliki kepedulian untuk masyarakat di sekitarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan