Warga Protes Tak dapat Bansos, Kasrudi Usul Satgas Penyaluran Sembako

Sabtu, 25 April 2020 11:17

Anggota DPRD Makassar, Kasrudi.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pemerintah Kota Makassar mulai membagikan bantuan sosial berupa sembako untuk digunakan selama 14 hari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (21/4/2020).

Namun hingga hari kedua dilaksanakan PSBB, banyak laporan dari warga yang belum juga menerima bantuan logistik tersebut. Hal ini yang menjadi sorotan utama anggota DPRD Kota Makassar.

Salah satunya Kasrudi dari Fraksi Gerindra yang terus mendorong Pemkot dalam hal ini Dinas Sosial untuk memaksimalkan penggunaan anggaran Rp450 miliar untuk penanganan covid-19 termasuk pemenuhan logistik warga selama PSBB.

Kasrudi juga menyoroti item dari bantuan tersebut diyakini tidak akan cukup digunakan selama 14 hari penerapan PSBB.

“Sembako yang didapat tidak mencukupi 14 hari selama penerapan PSBB. Pemerintah harus jeli, sembako yang diberikan paling tidak, cukup untuk dimakan 14 hari. Agar warga tidak keluar rumah lagi cari makan. Salah satu larangan PSBB adalah dilarang keluar rumah,” tegas Kasrudi kepada Fajar.co.id, Jumat (24/4/2020).

Selain itu pendistribusian sembako yang sangat lamban dimana per harinya hanya terbagi 1.500 paket di semua kelurahan dan kecamatan.

“Jika barangnya ada 60 ribu maka 40 hari baru ini bisa terbagi semua. Keburu mati kelaparan kita ini,” imbuh anggota Komisi A ini.

Dinsos tentu punya anggaran pembagian sembako, Kasrudi menyatakan harusnya ditingkatkan. “Saya minta cepat salurkan, kasihan ini warga di bawah. Mereka dilarang keluar tapi logistik belum dapat,” tegas dia.

Komentar


VIDEO TERKINI