Curhat Tenaga Medis RS Darurat Corona: Kami Mohon dengan Sangat, Kami Juga Manusia

Minggu, 26 April 2020 17:51

Ilustrasi-- Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di RS Darurat Corona, Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Fitdy Eka merasa bersedih dengan stigma negatif dari masyarakat terhadap para tenaga medis ataupun juru rawat yang berada di garda depan dalam menangani pasien COVID-19.

Menurutnya, seharusnya masyarakat menghapus stigma negatif itu karena para tenaga medis dan juru rawat yang merawat pasien COVID-19 bekerja sesuai protokol kesehatan.

“Kami mohon dengan sangat, kami juga manusia. Yang kami laksanakan juga dengan hati, sehingga mohon terima kami dengan hati,” kata Fitdy dalam keterangan resminya di Gedung BNPB Jakarta Timur, Minggu (26/4).

Fitdy merupakan salah satu di antara tenaga kesehatan berlatar belakang militer yang ditugaskan di RS Darurat Corona, Wisma Atlet. Pangkatnya saat ini adalah kapten.

Lebih lanjut Fitdy menceritakan pengalamannya merawat pasien COVID-19. Menurutnya, itulah pengalamannya yang paling sulit selama menjadi tenaga kesehatan.

Kapten Fitdy menjelaskan, para tenaga kesehatan di RS Darurat Corona juga sangat merindukan keluarga mereka. Sebab, sudah hampir dua bulan ini para tenaga medis ataupun juru rawat yang bertugas di RS sementara itu tak bisa bertemu keluarga mereka secara fisik.

“Rekan-rekan yang tidak pulang satu bulan, dua bulan, sangat terbantu dengan media komunikasi saat ini. Di sela kesibukan kami jaga, kami para tenaga medis dalam konteks figur garda terdepan memanfaatkan waktu komunikasi dengan keluarga, video call dengan saudara di rumah atau di kampung,” ujar dia.

Komentar


VIDEO TERKINI