Dituduh Gerakkan Demo, Wanita Muslim yang Hamil Zafoora Zargar Dipenjara

Minggu, 26 April 2020 22:06

Safoora Zargar, seorang sarjana peneliti dari Universitas Jamia Millia Islamia (JMI)-- courtesy of Zargar's family

FAJAR.CO.ID, NEW DELHi– Safoora Zargar, seorang sarjana peneliti dari Universitas Jamia Millia Islamia (JMI), terpaksa menghabiskan hari pertamanya di bulan Ramadaan di penjara Tihar, New Delhi, Ibu Kota India.

Wanita 27 tahun itu, pada trimester kedua kehamilan pertamanya, ditangkap pada 10 April dan kemudian didakwa dengan undang-undang anti-teror, Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum, 2019 (UAPA), oleh polisi Delhi.

Zargar dikaitkan dengan Komite Koordinasi Jamia (JCC), yang menyelenggarakan protes damai berminggu-minggu di ibukota terhadap undang-undang kewarganegaraan yang disahkan Desember lalu.

Aktivis mengatakan Citend Amendment Act (CAA) mendiskriminasi 180 juta minoritas Muslim di negara itu dan menentang konstitusi sekuler.

Polisi menuduh Zargar sebagai “konspirator” penting dalam kekerasan Februari yang meletus di timur laut Delhi. Setidaknya 53 orang tewas, sebagian besar Muslim, dalam kekerasan terburuk di ibukota sejak kerusuhan anti-Sikh 1984.

“Dia adalah suara wanita terkuat di JCC, tetapi dia tidak ada di sana hanya untuk menjadi pusat perhatian tidak seperti yang lain,” kata Kausar Jan, seorang mahasiswa seni, yang bersama dengan yang lain telah melukis seni protes di dinding universitas .

Berbicara kepada Al Jazeera, salah satu guru Zargar menggambarkannya sebagai “vokal dan pekerja keras”. “Saya sangat berharap peradilan akan mempertimbangkan catatan akademis dan kondisi medisnya dan segera membebaskannya,” katanya, meminta agar namanya anonim dilansir aljazeera, Minggu (26/4/2020).

Komentar