Gratifikasi yang Dilapor ke KPK saat Pandemi Capai Belasan Miliar, Ini Rinciannya

uru bicara KPK bidang pencegahan, Ipi Maryati. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Sejak pandemi virus corona mulai melanda dunia, tepatnya pada periode 1 Januari – 21 April 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan penerimaan gratifikasi mencapai Rp11,9 miliar. Dari total 665 laporan yang masuk, sebanyak 456 laporan atau sekitar 69 persen disampaikan melalui medium pelaporan aplikasi Gratifikasi Online (GOL).

Juru bicara KPK bidang pencegahan, Ipi Maryati menyampaikan, dari 456 laporan tersebut, sebanyak 314 merupakan laporan dari aplikasi GOL yang dikelola oleh Unit Pengelola Gratifikasi (UPG) instansi dan sebanyak 142 laporan dari aplikasi GOL individu. Sisanya, sebanyak 97 laporan disampaikan melalui email, 46 laporan dengan datang langsung, 38 laporan melalui surat/pos dan 28 laporan lainnya melalui pesan WhatsApp.

“Jenis laporan yang paling banyak diterima adalah berupa uang/setara uang, yaitu 329 laporan. Yang kedua, berjenis barang berjumlah 206 laporan. Selanjutnya masing-masing berjumlah 36 laporan adalah jenis yang bersumber dari pernikahan, di antaranya uang, kado barang, karangan bunga, dan makanan/barang mudah busuk,” kata Ipi dalam keterangannya, Minggu (26/4/2020).

Mewabahnya virus korona atau Covid-19, KPK telah menutup sementara layanan publik untuk pelaporan penerimaan gratifikasi secara tatap muka. Sebagai gantinya, KPK mendorong agar pelaporan disampaikan secara daring salah satunya melalui aplikasi GOL.

“Aplikasi ini dapat diakses melalui situs https://gol.kpk.go.id atau juga bisa diunduh melalui Play Store dan App Store,” ucap Ipi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar