Ibu Muda Diperkosa di Depan Anaknya, Pelaku: Saya Ayah Barumu

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MANCHESTER—Seorang ibu muda diperkosa di depan anak-anaknya. Dua pelaku awalnya mengikuti korban yang sedang berjalan-jalan dengan anjingnya sebelum masuk ke rumah dan memperkosanya di tangga.

Pelaku, John Ward, 24, pertama kali mendekati korbannya ketika dia berjalan dengan anak dan anjing keluarganya tepat setelah jam 8.50 pagi. Dia kemudian melakukan pelecehan seksual terhadapnya, sebelum memberi tahu anak itu: “Aku ayahmu yang baru”.

Wanita itu kemudian melarikan diri dari tempat kejadian. Namun, beberapa saat kemudian Ward mendatanginya di rumahnya bersama rekannya, Aaron Farrell, 24. Dia kemudian memaksa masuk ke rumah dan memperkosanya di tangga sambil menyekap anak-anak di ruang tamu.

Sebagaimana dikutip dari Metro.co.uk, Minggu, 26 April, di Pengadilan Manchester, salah satu anak berteriak agar Ward ‘turun’ dari ibu mereka ketika dia diserang di lorong. Pelaku kemudian menutup pintu dan mengatakan kepada mereka, “Saya hanya berbicara dengan ibumu”.

Jaksa Michael Lavery menyebut kasus ini sangat mengejutkan. Dia menggambarkan bagaimana Ward dan Farrell sedang dalam pengaruh minuman ketika mereka berbicara dengan korban selama dia berjalan dan memanggilnya ‘milf’. Ia juga bertanya apakah dia masih lajang.

Ward, yang juga suka kokain, meminta ciuman dan wanita itu menolak. Kedua pelaku terus-menerus melecehkannya sampai dia memberikan pipi ke Ward dengan harapan agar pelaku tenang dan dia dapat melepaskan diri dari perhatian mereka.

Namun, Ward kemudian memalingkan wajahnya dan menciumnya di mulut, sebelum memberi tahu anaknya: “Aku ayahmu yang baru”. Perilaku Ward kemudian semakin berani. Ia mengeluarkan alat kemaluannya dan bertanya: “Apakah kamu menginginkannya?”

Korban berhasil melarikan diri dari tempat kejadian. Akan tetapi, tidak lama setelah tiba di rumah dia melihat dua pria mengintip di jendelanya. Kedua pria itu pertama-tama memaksa masuk ke rumahnya. Namun, ketika korban berteriak, mereka langsung pergi.

Ibu muda itu awalnya menyangka ia sudah aman. Namun, kedua pelaku ternyata kembali dan Ward menerobos pintu depan rumahnya ketika korban membukanya karena mengira itu adalah orang lain.

Lavery menggambarkan anak-anak korban panik, kesal, dan histeris. Ward lalu mengurung mereka di ruang santai sebelum memperkosa korban di tangga. Menurut Lavery, korban tidak bisa berteriak atau melakukan apa pun dan dia merasa benar-benar mati rasa.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa yang bisa dia dengar hanyalah anak-anaknya yang berteriak dan dia tidak bisa menjangkau mereka. Farrell tertangkap di CCTV melihat melalui jendela dan melihat Ward memperkosa korban, sebelum menutup pintu dan menyeka pegangannya untuk menghilangkan sidik jari.

“Para lelaki kemudian melarikan diri, meninggalkan perempuan itu di tangga dalam keadaan panik bahkan tidak dapat menghibur anak-anaknya yang histeris. Dia kemudian memanggil keluarganya, yang menelepon polisi, dan pindah dari rumah tersebut hari itu,” kata Lavery.  

Dalam pernyataan dampak korban yang dibacakan di pengadilan, dia berkata: “Kedua pria ini menghancurkan ketenangan pikiran yang saya miliki. Mereka menyebabkan saya sangat trauma dan tertekan dan saya dengan anak-anak saya pindah karena saya tidak bisa kembali ke sana setelah apa yang terjadi.”

Korban kejadian ini menghantuinya. “Saya tidak akan pernah bisa berjalan kembali ke rumah itu tanpa mengingat kembali peristiwa hari itu. Saya tidak akan pernah bisa tenang tanpa tersentak oleh suara seseorang di pintu,” tuturnya.

Ia mengaku begitu putus asa dan sempat memiliki pikiran bunuh diri. Beruntung, teman dan keluarganya membantu dan mendukungnya di masa-masa sulit. Namun, ia tetap selalu terbayang-bayang kejadian itu.

Korban bahkan mengaku kesulitan tidur di malam hari dan selalu ketakutan. “Malam hari bisa sangat sulit ketika anak-anak pergi tidur dan rumah itu sunyi – membuat saya sendirian dengan pikiran saya,” ujarnya.

Ketika berada di luar rumah, ia juga selalu mereka gugup. Ia selalu menengok ke belakang. “Saya takut ketika seseorang berjalan di belakang saya. Meskipun saya tahu orang-orang itu di penjara, saya masih panik ketika melihat orang yang mirip mereka dan saya harus berjalan ke arah yang berbeda untuk melarikan diri,” katanya.

Ward, dari Rochdale, mengaku bersalah atas serangan seksual dan dua tuduhan pemerkosaan. Dia dipenjara selama 12 tahun dengan masa lisensi diperpanjang empat tahun dan ditempatkan pada daftar pelanggar seks. Farrell dan Parkfield, Middleton sementara itu dipenjara selama satu tahun sembilan bulan.

Hakim John Potter mengatakan korban menderita tekanan psikologis yang parah. Ia juga menyebut anak-anak korban kemungkinan akan menderita trauma selama bertahun-tahun sebagai akibat dari peristiwa ini. “Mungkin selama sisa hidup mereka,” katanya.

Potter melanjutkan, korban ketakutan bukan hanya oleh pelecehan seksual yang mengerikan tetapi oleh ketidakberdayaannya untuk membebaskan diri dari cengkeraman pelaku dan melindungi diri dan anak-anaknya.

“Trauma dan penderitaan yang harus dia alami saat ini hampir tidak bisa dibayangkan. Anda memperlakukan korban Anda dengan cara ini sebagai objek untuk memuaskan hasrat seksual jahat Anda,” tegasnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...