Komisi A DPRD Makassar Kritik Keras Carut Marut Pembagian Sembako

Minggu, 26 April 2020 17:45

Andi Willy mengatur sembako yang akan dibagikan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Carut marut pembagian bantuan sosial berupa paket sembako di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Bersar (PSBB) Makassar belum menemui solusi efektif.

Hingga hari ketiga pelaksanaan PSBB, masih banyak warga yang mengaku belum menerima bantuan pangan. Bahkan terdapat puluhan ribu aduan warga yang masuk ke Dinas Sosial Kota Makassar lantaran belum sama sekali menerima paket sembako.

Para Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Makassar menyayangkan kesemrawutan dalam penyaluran sembako ke warga terdampak Corona.

Kasrudi dari Fraksi Gerindra mendorong Pemkot dalam hal ini Dinas Sosial untuk memaksimalkan penggunaan anggaran Rp450 miliar untuk penanganan covid-19 termasuk pemenuhan logistik warga selama PSBB.

Kasrudi juga menyoroti item dari bantuan tersebut diyakini tidak akan cukup digunakan selama 14 hari penerapan PSBB.

“Sembako yang didapat tidak mencukupi 14 hari selama penerapan PSBB. Pemerintah harus jeli, sembako yang diberikan paling tidak, cukup untuk dimakan 14 hari. Agar warga tidak keluar rumah lagi cari makan. Salah satu larangan PSBB adalah dilarang keluar rumah,” tegas Kasrudi kepada fajar.co.id, Sabtu (25/4/2020).

Selain itu pendistribusian sembako yang sangat lamban dimana per harinya hanya terbagi 1.500 paket di semua kelurahan dan kecamatan.

“Jika barangnya ada 60 ribu maka 40 hari baru ini bisa terbagi semua. Keburu mati kelaparan kita ini,” kata dia.

Komentar


VIDEO TERKINI