Komisi A DPRD Makassar Kritik Keras Carut Marut Pembagian Sembako

Minggu, 26 April 2020 17:45

Andi Willy mengatur sembako yang akan dibagikan.

Ari Ashari Ilham dari Fraksi NasDem menimpali, Pemerintah Kota disebut belum siap menerapkan PSBB. Menurutnya, kota yang siap membatasi pergerakan warganya tentu telah mengantisipasi dari jauh hari terkait pemenuhan bahan pokok bagi warga tersebut.

“Saya berpandangan pemkot belum siap menerapkan PSBB. Karena kota yang menerapkan PSBB sudah siap dari berbagai aspek mulai dari edukasi kepada masyarakat serta pendistribusian logistik yang merata,” jelas Ari Ashari.

Yang terakhir adalah Azwar dari Fraksi PKS berpandangan kekacauan ini merupakan buah dari kegagapan Pemkot dalam penyaluran sembako karena tidak mengantisipasi sejak jauh-jauh hari.

“Heran saya, yang dibagikan sangat sedikit sementara yang terdampak sangat banyak. Banyak orang miskin baru, pengangguran meningkat. Kelambatan pendistribusian sembako ini sangat parah,” ungkap Azwar ST.

Sehingga secara tegas ia meminta Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mundur dari jabatannya jika memang tidak sanggup bekerja cepat membantu warga.

“Saya tegaskan, jika kepala dinas Sosial tidak sanggup, sebaiknya mundur saja. Covid ini kan sudah lama, seharusnya sudah ada antisipasi sebelumnya, sudah ada rekayasa pembagian sembako. Jangan sekarang-sekarang ini baru kelabakan. Akhirnya semrawut,” tegas Azwar.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Makassar Mukhtar Tahir pun telah mengaku kewalahan dalam proses pendistribusian bantuan sosial, termasuk pendataan terhadap warga yang paling berhak menerima.

Bagikan:
2
2
9

Komentar