Lakukan Penyiraman hingga Sita Kursi, Iman Hud: Nyawa di Atas Segalanya

Minggu, 26 April 2020 10:12

Ilustrasi Satpol PP Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar sejauh ini nampaknya jauh dari kata berhasil.

Masih banyaknya toko non bahan pokok yang melanggar, warung yang tidak menerapkan sistem take away harus menjadi bahan evaluasi Pemkot Makassar.

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud menilai, pemerintah kota tidak tegas dalam mengambil sikap kepada pelanggar. Ia mengatakan, di lapangan banyak kegiatan yang melanggar aturan.

“Makanya saya mengambil resiko dengan menyiram dan mengambil kursi. Meski tak diatur dalam Perwali, tetapi keselamatan rakyat di atas segalanya,” kata Iman, saat video conference, Sabtu (25/4/2020).

“Kalau menunggu ditindak, kita main kucing-kucingan dengan pengusaha ini,” sambung Iman.

Dia mengatakan, instruksi Pj Wali Kota Makassar untuk tak memberi toleransi dan peringatan tampaknya susah disosialisasikan di lapangan.

“Jangan lagi ada kecolongan Tim Gugus Covid-19 terkait aturan terhadap ribuan toko di Makassar yang simpang siur. Dibutuhkan Superman sebagai penguasa wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali mengakui bahwa sejumlah persoalan yang terus bermunculan menjadi evaluasi bagi pemerintah kota.

“Pelaksanaan PSBB hari kedua, berbagai toko yang masih buka, menjadi evaluasi tim gugus. Begitu pun dengan pembagian sembako yang lambat,” ujarnya. (ikbal/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI