Nekat Tarawih Selama PSBB, Pengurus Masjid Bisa Dipidana

Minggu, 26 April 2020 19:11

Kapolrestabes Makassar, Kombes Yudhiawan-- fajar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Masih banyaknya masjid yang melaksanakan salat tarawih di tengah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), membuat gugus tugas covid-19 mengambil langkah tegas.

Diketahui dalam UU karantina hingga perwali tentang PSBB, sangat jelas aturan terkait penghentian kegiatan keagamaan, baik itu di masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Yudhiawan menegaskan akan melakukan upaya hukum terhadap pengurus rumah ibadah yang masih bersikeras menggelar kegiatan di rumah ibadah masing-masing.

“Terkait pelaksanaan tarawih, mengingat ini bulan Ramadan, kita akan tegas memberikan surat teguran kepada pengurus masjid yang masih menggelar aktivitas di masjid, baik tarawih dan lainnya. Di dalam surat teguran sudah kita cantumkan jenis sanksi jika masih dilakukan kegiatan,” ujarnya, Minggu (26/4/2020).

Yudhiawan yang juga merupakan Wakil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, memaparkan jenis hukuman pidana terhadap pelanggar aturan PSBB di Makassar.

“Sanksi pidananya jelas, penjara maksimal satu tahun, serta denda seratus juta rupiah. Jadi tindakan pertama yakni teguran, kemudian jika masih dilaksanakan akan dipanggil pengurusnya dan kami proses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pihaknya juga mengaku akan memberikan tindakan tegas kepada pengguna jalan yang masih melanggar, termasuk konvoi kendaraan dan balapan liar. (ikbal/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI