Doa Honorer Medis: Semoga Corona Pergi, Presiden Memberi Kado Terindah

Senin, 27 April 2020 16:01

ilustrasi-- Pasien dilakukan penangnan petugas dengan APD lengkap di IGD RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojo...

Asep yang juga koordinator daerah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Ciamis ini mengungkapkan, sampai hari ini pada perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang masuk Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19, tidak mendapatkan insentif tambahan.

Sudah dibayar Rp 200 ribu per bulan sebagai honorer, tidak ada tambahan pendapatan.

“Apa mungkin insentif untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya hanya untuk yang berhadapan langsung dengan pasien Corona ya? Kami yang di perbatasan, RSUD, puskesmas tidak masuk itungan,” keluhnya.

Hal sama diungkapkan Ani Andriani, perawat di Puskesmas Cijeungjing. Ani yang kebetulan lulus PPPK sampai saat ini juga hanya terima honor Rp 250 ribu per bulan.

Dia tidak mendapatkan insentif tambahan apa-apa meski masuk dalam Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19.

“Enggak ada insensif tambahan seperti yang kami lihat di TV. Kata presiden kan dikasih insentif tambahan ya. Mungkin kami enggak masuk kriteria,” ucapnya.

Ani menyebutkan, saat ini seluruh perawat non-PNS berharap agar pemerintah bisa mengangkat mereka menjadi ASN.

“Doa kami setiap hari hanya itu. Semoga bisa diangkat jadi ASN secepatnya,” sergahnya.

Sedangkan Asep yang usianya parubaya ini juga berdoa agar presiden tergerak hatinya.

“Mudah-mudahan usai Corona, presiden segera memberikan kami hadiah berupa status ASN. Saya sudah 50 tahun, hanya beberapa tahun lagi bisa menikmati gaji ASN. Semoga Allah menggerakkan hati Presiden Joko Widodo,” tutupnya. (jpnn/fajar)

Bagikan:

Komentar