Ingin Sehat Badan dan Pikiran, Tukang Tagih Kredit dan Utang di-Lockdown

Senin, 27 April 2020 15:36

Spanduk yang melarang tukang tagih kredit dan utang masuk kawasan-- radarjember

FAJAR.CO.ID, KALIWATES– Lockdown menjadi kata-kata yang paling sering terdengar saat pandemi corona. Tak hanya negara saja yang di-lockdown, sejumlah kampung juga melakukan lockdown.

Pengumuman lockdown pun terkadang mengelitik. Bahkan, tidak hanya kampung yang dikarantina, tukang tagih kredit juga kena getahnya.

Seperti di perkampungan daerah Condro, Kaliwates. Spanduk terpasang melintang itu berbunyi kampung tenang kawasan steril korona. Tulisan lebih besar juga menghimbau tukang kredit dan penagih utang dilarang masuk. ”Kami ingin sehat badan dan pikiran,” katanya.

Getah penagih hutang pun terus berlanjut dengan membeberkan banner di perkampungan dekat Jembatan Semanggi. Yakni, tidak melakukan kegiatan transaksi penagihan di wilayah Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Sehubungan dengan adanya Covid-19. (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
8
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar