Korupsi yang Jerat Ketua DPRD Muara Enim Aries HB, Ini Nilai Proyeknya

Senin, 27 April 2020 12:00

Ilustrasi KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryad tiba di gedung KPK sekitar pukul 08.30 WIB. Kini keduanya tengah diperiksa intensif oleh penyidik KPK.

“Keduanya tiba di gedung KPK, Senin 27 April 2020, sekitar pukul 08.30 WIB dan saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam pesan singkatnya, Senin (27/4).

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap 16 paket proyek jalan senilai Rp130 miliar yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani. KPK akan memberikan informasi lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan terhadap keduanya.

“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” jelas Ali.

Sebelumnya, KPK menangkap keduanya berdasarkan hasil pengembangan terkait kasus suap pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani. Biasanya, penetapan tersangka di KPK dilakukan setelah konferensi pers, namun KPK secara tiba-tiba telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

“Penangkapan dua tersangka hasil pengembangan penyidikan kasus korupsi Kabupaten Muara Enim atas nama tersangka RS dan tersangka AHB,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Firli mengklaim, KPK terus bekerja memberantas korupsi meski di tengah pandemi virus korona atau Covid-19. Termasuk terus mengembangkan dan menuntaskan kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK sebelumnya.

Komentar


VIDEO TERKINI