Makassar dan Gowa Terapkan PSBB, BPBD Sulsel Maksimalkan Koordinasi

Kepala BPBD Sulsel, Nimal Lahamang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan. Meski demikian, penerapannya tak semudah yang dibayangkan.

Diperlukan supporting dari seluruh pihak dan stakeholder terkait. Termasuk dukungan dari seluruh masyarakat untuk disiplin dan taat terhadap aturan PSBB dalam memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Nimal Lahamang yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan mengaku, akan terus melakukan koordinasi dan sinergitas dengan BPBD Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan terkait data dan langkah upaya dalam percepatan penanganan pencegahan penularan Covid-19. Hal itu sebagai wujud supporting terutama pada BPBD Kota Makassar dan BPBD Kabupaten Gowa yg telah menerapkan PSBB di wilayahnya.

Menurutnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Penanggulangan Bencana, BPBD adalah perangkat daerah yang secara fungsional melakukan penyelenggaraan penanggulangan bencana baik itu bencana alam, non alam maupun sosial. Akan tetapi BPBD tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada bantuan dan kerjasama dari Instansi Lintas Sektoral, OPD terkait, Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Stake Holder terkait.

“Tugas dan fungsi dari BPBD dalam penanganan bencana non alam pandemi covid-19 ini memang sangat strategis karena selain melakukan fungsi komando juga melakukan fungsi koordinasi ke instansi lintas sektoral dan stakeholder terkait serta sekaligus sebagai pelaksana penyelenggaraan penanggulangan bencana non alam ini,” jelasnya, Senin (27/4/2020).

Komentar

Loading...