Mayoritas Warga Patuhi PSBB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Meski kepatuhan warga soal pelaksanaan PSBB di angka 75 persen, masih banyak pula melanggar. Sanksi akan jadi opsi.

KINI Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan gugus tugas Covid-19 direpotkan dengan banyaknya masjid yang masih menggelar salat berjemaah. Terutama tarawih.

Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengakui memang sulit untuk bisa langsung mencapai angka 100 persen pada penerapan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) ini.

Pihaknya juga sempat kecolongan lantaran banyaknya masyarakat yang berkumpul di sepanjang Jl Metro Tanjung Bunga, Minggu pagi. Kejadian itu diakui langsung dievaluasi dan berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar.

"Tadi (kemarin) kita sudah adakan rapat evaluasi. Jadi memang masih ada cela yang perlu kita tutupi. Salah satu yang ditawarkan adalah mempertegas sanksi yang bisa sampai pada sanksi hukum," kata Iqbal di Posko Induk Info Covid-19 Makassar, Minggu, 26 April.

Dari hasil evaluasi bersama berbagai elemen, pengawasan PSBB akan terus dimasifkan. Sanksi akan mulai diberlakukan untuk memberi efek jera. Baik yang bersifat individu maupun kelompok.

"Memang masih butuh proses. Tetapi dari hari ke hari perkembangannya baik. Meski memang masih banyak yang berpikir bahwa PSBB ini main-main sehingga masih banyak yang coba-coba," tuturnya.

Jika warga patuh, penyebaran virus korona bisa lebih cepat ditekan. Syaratnya, masyarakat mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Fadel


Comment

Loading...