Tarif dan Makian, Alasan Pembunuhan Ika Puspita Sari

Senin, 27 April 2020 10:39

Ika Puspita Sari semasa hidup.

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Kasus pembunuhan di Apartemen Puncak Permai Tower A terus didalami polisi. Dari proses penyidikan, diketahui bahwa korban dan pelaku saling kenal sehari sebelum pembunuhan. ”Baru ketemu saat kejadian,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

Ahmad Junaidi Abdillah, pelaku, mengenal Ika Puspita Sari yang menjadi korban lewat sebuah aplikasi media sosial (medsos). Ika yang merupakan perempuan pemuas nafsu pria hidung belang menjajakan jasanya di aplikasi tersebut. Nah, akun perempuan 36 tahun itu terlihat pelaku.

Junaidi tertarik dengan korban. Dalam pemeriksaan, pemuda 20 tahun tersebut mengaku langsung punya minat setelah melihat foto korban di akunnya. Warga Sampang yang indekos di Sawahan tersebut lantas mengirim pesan kepada korban. ”Intinya ingin berkencan,” kata Sudamiran.

Ika yang sudah pengalaman menanggapi pesan pelaku. Warga Semarang itu menyebutkan tarifnya. Yakni, Rp 500 ribu untuk sekali berhubungan intim. Lalu, Rp 800 ribu untuk dua kali dalam semalam.

Sudamiran menjelaskan, pelaku menawar tarif tersebut. Junaidi mengaku ingin dua kali berhubungan intim. Namun, hanya membayar Rp 500 ribu. Ika tidak menolak, tetapi juga tidak lantas sepakat. Dia hanya meminta pelaku datang ke apartemennya kalau memang serius ingin dilayani.

Jawaban itu dianggap persetujuan oleh pelaku. Junaidi mendatangi apartemen korban. Mereka lantas berhubungan intim. Beberapa saat kemudian, pelaku dan korban terlibat pembicaraan di sofa.

Komentar


VIDEO TERKINI