Covid-19: Virus Berpenampilan Dasamuka

  • Bagikan

Oleh: Bambang Budiono
(Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah)

Virus corona baru, yang dikenal dengan nama COVID-19, bermanifestasi dengan spektrum klinis yang luas mulai dari pasien tanpa gejala hingga kegagalan multiorgan. Berdasar presentasi klinis, penyakit ini dapat diklasifikasikan ke dalam kategori ringan, sedang, berat dan kritis. Namun, seperti ketika menghadapi penyakit lain yang baru muncul, individu hingga pemerintah sering gagap bagaimana seharusnya menyikapinya. Ada yang melakukan antisipasi dengan sangat hati hati dengan melakukan langkah mitigasi terukur, ada pula yang awalnya memandang enteng, namun kemudian pontang panting ketika banyak korban berjatuhan.

Pada awalnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencantumkan tiga gejala utama yang dapat muncul dari dua hingga 14 hari setelah terpapar Covid-19. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari akhir Februari 2020, lebih dari 55.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di China menemukan 88 persen pasien mengalami demam, 68 persen batuk kering dan hampir 19 persen mengalami sesak napas. Kemudian, CDC menambahkan gejala tambahan yang berhubungan dengan kasus Covid-19 yang dalam kondisi parah dan memerlukan perawatan medis darurat. Gejala-gejala ini termasuk kesulitan bernafas persisten atau terus-menerus, nyeri atau rasa tertekan di dada, bibir atau wajah sianosis (kebiru-biruan) akibat penurunan saturasi oksigen, dan kelesuan yang memberat.

Gejala atipikal

Ketika seorang penulis yang tinggal di New York, Sara Radin mulai mengalami sakit leher, pundak dan punggung, ia menganggap itu hanya karena ia bekerja di rumah sambil berbaring di tempat tidurnya. Lalu datanglah nyeri kepala hebat (migrain), dan sehari setelahnya, dia bangun dengan mata merah, memaksanya untuk berobat ke dokter. Saat itu, Radin tidak mengalami gejala demam dan batuk, tetapi dokternya mengatakan ia dicurigai terinfeksi Covid-19. Ketika dilakukan anamnesa, ia mengatakan hanya menderita batuk ringan tanpa lendir, itupun hanya sekali sekali saja. Sehari setelah itu ia terbangun dengan rasa sakit tubuh yang sangat mengganggu, kelelahan yang luar biasa, kelemahan, dan perasaan yang serba tidak nyaman. Keesokan harinya masih dengan keluhan sama tetapi mulai disertai perasaan mual. Pemeriksaan swab tenggorok mengkonfirmasi positif Covid-19.

  • Bagikan