Covid-19: Virus Berpenampilan Dasamuka

Selasa, 28 April 2020 23:05

Ketika seorang penulis yang tinggal di New York, Sara Radin mulai mengalami sakit leher, pundak dan punggung, ia menganggap itu hanya karena ia bekerja di rumah sambil berbaring di tempat tidurnya. Lalu datanglah nyeri kepala hebat (migrain), dan sehari setelahnya, dia bangun dengan mata merah, memaksanya untuk berobat ke dokter. Saat itu, Radin tidak mengalami gejala demam dan batuk, tetapi dokternya mengatakan ia dicurigai terinfeksi Covid-19. Ketika dilakukan anamnesa, ia mengatakan hanya menderita batuk ringan tanpa lendir, itupun hanya sekali sekali saja. Sehari setelah itu ia terbangun dengan rasa sakit tubuh yang sangat mengganggu, kelelahan yang luar biasa, kelemahan, dan perasaan yang serba tidak nyaman. Keesokan harinya masih dengan keluhan sama tetapi mulai disertai perasaan mual. Pemeriksaan swab tenggorok mengkonfirmasi positif Covid-19.

Laporan penelitian dan pasien baru, terutama dalam kasus yang lebih ringan menyoroti bahwa Covid-19 menyebabkan lebih banyak gejala di luar gangguan pernapasan. Pada tahap awal, Covid-19 bisa terlihat seperti infeksi sinus atau gejala-gejala flu biasa. Keluhan yang sering muncul adalah sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, mungkin ngilu sekujur tubuh, dan perasaan lelah. Covid-19 dapat menyebabkan setidaknya sembilan gejala lain yang penting untuk dikenali. Pertama, menurut WHO, sekitar 38 persen orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami kelelahan. Tidak hanya kelelahan fisik namun juga psikis, berupa kehilangan motivasi. Kedua, rasa sakit kepala dan nyeri di seluruh tubuh mereka. WHO menemukan hampir 14 persen mengalami sakit kepala ringan hingga berat, dan 15 persen mengalami nyeri otot atau persendian di seluruh tubuh mereka, selain menggigil kedinginan.

Bagikan berita ini:
8
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar