Dipimpin Perempuan, 5 WNI Diculik Usai Dilepas Abu Sayyaf

Selasa, 28 April 2020 13:54

Sejumlah perahu nelayan bersandar dibantaran Kali Pasir Kabupaten Tangerang, (11/6/2019). Usai menyambut hari Raya Idul ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya. Pepatah itu nampaknya layak disematkan kepada lima nelayan asal Indonesia yang sebelumnya sudah dibebaskan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina. Pasalnya, kelima nelayan tersebut kabarnya kembali diculik gerombolan bersenjata lain.

Ironisnya, gerombolan yang menculik kembali merupakan pihak yang membantu pembebasan para nelayan itu dari cengkraman orang-orang Abu Sayyaf.

Seperti dikutip dari The Star, Senin (27/4), kelima nelayan tersebut adalah kapten kapal pukat, Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29).

Kelima orang itu diculik di perbatasan laut Tambisan, di Lahad Datu, pada 17 Januari 2020. Mereka bekerja di perusahaan perikanan yang berbasis di Sandakan, Malaysia.

Sumber-sumber intelijen mengatakan, keluarga telah menyelesaikan tuntutan dari kelompok Abu Sayyaf yang dipimpin Apo Mike.

Para sandera diserahkan kepada perantara yang masih punya hubungan dengan kelompok Abu Sayyaf. Namun, perantara tersebut menahan kembali para sandera untuk menuntut uang tebusan tambahan.

Sumber intelijen mengaku, saat ini sedang berlangsung negosiasi dengan perantara yang diketahui dipimpin perempuan dan berbasis di Jolo.

Sebulan lalu, penculik merilis sebuah video, mengancam akan memenggal kelima orang itu jika uang tebusan tidak dibayar. Berdasarkan keterangan keluarga, para penculik meminta antara 3 juta sampai 4 juta ringgit atau Rp10,5 miliar sampai Rp14 miliar untuk kelima nelayan.

Komentar


VIDEO TERKINI